BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter
BMKG memberikan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia pada 19-22 Februari 2026, meminta nelayan dan pelayaran waspada.
Batam24.com | JAKARTA – Pengadilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia mulai hari ini, 19 hingga 22 Februari 2026. Beberapa wilayah seperti Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia bagian selatan Banten diprediksi akan mengalami gelombang mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Fenomena ini dipicu oleh pola angin yang cukup kencang di wilayah utara dan selatan Indonesia.
Selain gelombang tinggi, BMKG juga memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang di wilayah pesisir. Kondisi ini sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan tradisional dan operator kapal tongkang maupun kapal feri. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob yang bisa dipicu oleh kenaikan permukaan air laut.
Pihak otoritas pelabuhan telah diminta untuk menunda keberangkatan kapal jika kondisi cuaca di jalur lintasan dinilai membahayakan. Koordinasi terus dilakukan antara BMKG, Basarnas, dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di laut. Para wisatawan yang berencana menghabiskan waktu di area pantai juga diingatkan untuk tidak berenang atau melakukan aktivitas air di lokasi-lokasi yang telah ditandai zona merah.
BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi mobile atau situs resmi mereka. Informasi yang akurat sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut yang sering meningkat saat cuaca ekstrem. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi siklus cuaca tahunan yang cukup dinamis di awal tahun 2026 ini.
(Dykha)





