IHSG Menguat Tipis di Tengah Fenomena 'Window Dressing', Pasar Kripto Justru Terkoreksi di Malam Natal

"IHSG parkir di zona hijau ke level 8.587 berkat aksi window dressing saham blue chip, sementara Bitcoin terkoreksi ke $87.000 menjelang libur Natal 2025. Simak analisis lengkapnya di sini."

IHSG Menguat Tipis di Tengah Fenomena 'Window Dressing', Pasar Kripto Justru Terkoreksi di Malam Natal
asar saham vs Kripto: Di tengah fenomena Window Dressing yang angkat IHSG, Bitcoin justru melandai di akhir tahun. Apa penyebabnya dan bagaimana prospeknya menuju 2026




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

JAKARTA – Dinamika pasar keuangan pada perdagangan Rabu (24/12/2025) menunjukkan tren yang kontras antara pasar saham domestik dan pasar aset kripto global. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba bertahan di zona hijau berkat aksi window dressing, pasar kripto justru harus menghadapi tekanan jual menjelang penutupan tahun.

IHSG: Sektor Otomotif dan Tambang Jadi Penopang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini terpantau bergerak stabil dengan kecenderungan menguat tipis sebesar 0,03% ke level 8.587. Meski sempat mengalami fluktuasi di awal pembukaan, aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) berhasil menjaga indeks dari zona merah.

Saham Astra International (ASII) menjadi salah satu primadona dengan kenaikan 2,69%, disusul oleh Vale Indonesia (INCO) yang naik 2,20%. Para analis menilai bahwa kenaikan ini didorong oleh strategi para manajer investasi yang melakukan window dressing—upaya mempercantik portofolio laporan keuangan akhir tahun.

Namun, tidak semua sektor bergerak positif. Saham berbasis komoditas energi seperti Bumi Resources (BUMI) justru mengalami pelemahan tipis sebesar 1,05% akibat penurunan volume perdagangan menjelang libur panjang Natal.

Pasar Kripto: Bitcoin Melandai di Angka $87.000

Berbanding terbalik dengan bursa saham, pasar aset kripto justru sedang mengalami fase "Risk-Off". Investor global tampaknya lebih memilih untuk mengamankan keuntungan (take profit) atau mengalihkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman seperti emas.

Bitcoin (BTC), sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, diperdagangkan di kisaran $87.000 hingga $88.000, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam terakhir. Padahal, pada Oktober 2025 lalu, BTC sempat mencatat rekor tertinggi di atas level $120.000.

Sentimen pasar kripto saat ini didominasi oleh kekhawatiran mengenai kebijakan suku bunga global di awal tahun 2026. Meskipun demikian, aset-aset berbasis kecerdasan buatan (AI) masih menunjukkan daya tarik spekulatif yang cukup tinggi di kalangan investor ritel.

Proyeksi Akhir Tahun

Analis pasar modal menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap rendahnya likuiditas di sisa minggu ini.

"Volume transaksi biasanya akan terus menurun hingga awal Januari. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi portofolio tahunan daripada melakukan transaksi agresif," ujar salah satu pengamat pasar keuangan.

Pasar diperkirakan akan kembali aktif secara penuh pada pekan kedua Januari 2026, di mana arah kebijakan ekonomi baru untuk tahun mendatang akan menjadi fokus utama para pelaku pasar.