Pengembangan Destinasi Wisata Tersembunyi Berbasis Ekowisata Berkelanjutan di Pulau Lombok Sebagai Magnet Baru Wisatawan Dunia
Menjelajahi potensi wisata alam dan budaya di Lombok yang dikembangkan dengan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan demi masa depan pariwisata.
Batam24.com | LOMBOK – Selain kawasan Sirkuit Internasional Mandalika yang sudah mendunia, Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat ternyata masih menyimpan kekayaan alam luar biasa berupa "hidden gems" atau lokasi wisata tersembunyi yang belum banyak terjamah oleh hiruk pikuk industrialisasi pariwisata massal. Destinasi-destinasi ini menawarkan kemurnian alam yang luar biasa, mulai dari air terjun tersembunyi di kaki Gunung Rinjani, desa-desa adat yang masih memegang teguh tradisi leluhur Suku Sasak, hingga deretan pantai berpasir putih di wilayah selatan yang menawarkan ketenangan mutlak. Pemerintah daerah bersama dengan komunitas lokal saat ini tengah berfokus mengembangkan dan mempromosikan destinasi-destinasi ini melalui konsep ekowisata berkelanjutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal.
Dalam konsep ini, aspek pelestarian lingkungan hidup dan penjagaan kearifan lokal berada di atas prioritas pembangunan fasilitas mewah berskala besar. Tujuannya adalah agar ekosistem alam tetap terjaga dari kerusakan sementara masyarakat setempat mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari kunjungan wisatawan tanpa kehilangan identitas budaya mereka. Para wisatawan yang datang tidak hanya sekadar menikmati pemandangan, tetapi juga diajak untuk terlibat langsung dalam aktivitas keseharian penduduk, seperti belajar menenun kain khas Lombok, mengikuti proses pengolahan kopi tradisional, hingga ikut serta dalam upaya konservasi terumbu karang. Dengan pendekatan ini, Lombok diharapkan dapat memberikan pengalaman liburan yang jauh lebih bermakna, autentik, dan mendalam bagi para pelancong mancanegara maupun domestik. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya indah secara visual, namun juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakatnya.
(Dykha)





