Misteri Hilangnya Patung Bersejarah di Taman Kota Semarang Saat Dini Hari
Laporan hilangnya patung ikonik di taman kota Semarang pada 4 Maret 2026 yang diduga dicuri oleh sindikat barang antik.
Batam24.com | SEMARANG – Warga Semarang dikejutkan dengan hilangnya salah satu patung ikonik yang berada di taman kota secara misterius pada Rabu dini hari, 4 Maret 2026. Kejadian ini viral setelah unggahan foto alas patung yang kosong diunggah ke grup komunitas warga dan memicu berbagai spekulasi mengenai motif pencurian tersebut.
Patung yang terbuat dari bahan perunggu itu memiliki nilai sejarah yang tinggi karena merupakan simbol perjuangan pemuda setempat di masa lampau yang telah berdiri puluhan tahun. Polisi yang tiba di lokasi menemukan bekas gergaji mesin pada bagian bawah patung, yang mengindikasikan bahwa pencurian dilakukan secara terencana oleh kelompok profesional.
CCTV di sekitar area taman dilaporkan dalam kondisi mati saat kejadian berlangsung, sehingga petugas kesulitan untuk mengidentifikasi plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku. Namun, polisi saat ini tengah menyisir kamera pengawas di sepanjang jalur keluar kota untuk melacak jejak mobil pengangkut yang diduga membawa barang antik tersebut.
Dinas Kebudayaan setempat menyatakan sangat menyayangkan kejadian ini karena patung tersebut merupakan bagian dari cagar budaya yang tidak ternilai harganya bagi warga Semarang. Mereka menghimbau para kolektor barang antik dan pemilik toko besi tua untuk segera melapor jika ditawari barang dengan ciri-ciri yang mencurigakan.
Warganet di media sosial mengecam keras aksi vandalisme dan pencurian ini, serta menuntut agar pihak keamanan meningkatkan penjagaan di aset-aset sejarah kota lainnya. Banyak warga yang merasa kehilangan karena patung tersebut telah menjadi bagian dari memori kolektif mereka saat menghabiskan waktu di taman kota sejak kecil.
Saat ini, pihak kepolisian telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku yang diduga merupakan sindikat perdagangan barang antik lintas daerah yang sudah lama diincar. Penjagaan di gerbang tol dan pelabuhan juga mulai diperketat guna mencegah patung bersejarah tersebut dibawa keluar dari wilayah Jawa Tengah oleh para pelaku.
Pemerintah kota berjanji akan segera mencari solusi, baik itu melakukan upaya pencarian maksimal maupun membuat replika patung jika memang barang aslinya tidak ditemukan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pengelola fasilitas publik untuk selalu memastikan sistem keamanan digital seperti CCTV berfungsi dengan baik setiap saat.
(Dykha)





