Warga Sekupang Batam Terganggu Balap Liar: Polisi Berjanji Tindak Tegas Pelaku

Ulasan mengenai meningkatnya gangguan balap liar di kawasan Sekupang Batam dan komitmen kepolisian untuk melakukan penindakan tegas serta patroli rutin mulai April 2026.

Warga Sekupang Batam Terganggu Balap Liar: Polisi Berjanji Tindak Tegas Pelaku
Warga Sekupang sudah nggak tahan sama balap liar! Suara bising dan aksi bahayanya bikin resah tiap sore. Polisi janji bakal patroli ketat dan sita motor yang nekat balapan. Saatnya jalanan Batam kembali aman dan nyaman!




IKLAN BC

iklan rutan

iklan rutan

(Batam24.com) | BATAM – Keresahan masyarakat di wilayah Sekupang, Kota Batam, kembali memuncak menyusul maraknya aksi balap liar yang dilakukan oleh sekelompok pemuda setiap sore menjelang malam. Per Rabu, 8 April 2026, sejumlah warga di sepanjang jalan protokol Sekupang melaporkan bahwa aksi nekat ini telah mengganggu ketenangan dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Suara bising dari knalpot yang tidak sesuai standar (knalpot brong) menjadi keluhan utama, ditambah lagi dengan tindakan para pelaku yang seringkali menutup akses jalan secara sepihak saat mereka memulai start balapan, yang sering kali memicu kemacetan panjang di jam pulang kerja.

Menanggapi laporan warga yang semakin masif, jajaran Polresta Barelang melalui unit Satlantas menyatakan akan segera memperketat patroli di titik-titik rawan, terutama di jalur lurus yang sering dijadikan arena pacu ilegal. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas berupa penyitaan kendaraan selama tiga bulan hingga proses hukum bagi para pelaku yang terbukti membahayakan nyawa orang lain. Selain penegakan hukum di jalanan, kepolisian juga berencana akan mendatangi sekolah-sekolah di sekitar Sekupang untuk memberikan edukasi mengenai bahaya balap liar, mengingat mayoritas pelaku masih merupakan anak di bawah umur yang belum memiliki SIM.

Warga berharap langkah kepolisian ini tidak hanya bersifat sementara atau "hangat-hangat tahi ayam". Mereka mendesak agar pemerintah kota juga memasang alat pengaman tambahan seperti pita pengatur kecepatan (speed trap) atau pemasangan kamera pemantau (CCTV) yang lebih banyak di area tersebut. Aksi balap liar ini dinilai sudah sangat meresahkan karena bukan hanya sekali dua kali terjadi kecelakaan fatal yang melibatkan warga sipil yang tidak bersalah. Kehadiran personel kepolisian secara rutin di lokasi dianggap sebagai solusi paling efektif untuk membubarkan kerumunan pemuda yang sering memicu aksi balapan ilegal tersebut.

(Dykha)