Progres Tender Proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin) Terkendala Revisi Anggaran, BP Batam Beri Penjelasan

BP Batam merilis update per 28 November 2025 mengenai proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin). Proyek strategis nasional ini menghadapi kendala revisi anggaran dan penyesuaian lelang, meskipun pembangunan Zona 1 (Batam-Ngenang) tetap berjalan.

Progres Tender Proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin) Terkendala Revisi Anggaran, BP Batam Beri Penjelasan
Sebuah ilustrasi visual yang menggambarkan desain awal proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin), menunjukkan struktur jembatan panjang yang melintasi perairan. Gambar ini merepresentasikan visi konektivitas antara Pulau Batam dan Pulau Bintan, sebuah proyek infrastruktur strategis nasional yang sedang dalam tahap pembangunan dan penyesuaian anggaran.




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam, 28 November 2025Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, memberikan keterangan pers hari ini mengenai perkembangan terbaru pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin). Proyek strategis nasional ini dilaporkan mengalami penyesuaian jadwal terkait proses lelang dan revisi anggaran.

Proyek multi-tahun yang sangat dinantikan masyarakat Kepri ini bertujuan menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan, diharapkan dapat mempercepat konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi kedua pulau tersebut.

Detail Kendala dan Progres Terbaru

Pada hari Jumat, 28 November 2025 (hari ini), BP Batam mengkonfirmasi bahwa proses lelang pembangunan Jembatan Babin telah menghadapi kendala teknis dan administrasi yang memerlukan penyesuaian:

  • Revisi Anggaran: Proyek ini memerlukan revisi anggaran, yang kini sedang disinkronisasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Keuangan. Revisi ini penting mengingat kenaikan harga material dan penyesuaian spesifikasi teknis terkini.

  • Zona 1 Masih Berjalan: Pembangunan pada zona awal (Zona 1), yang menghubungkan Batam dengan Pulau Ngenang, dilaporkan tetap berjalan dengan progres fisik yang signifikan. Fokus saat ini adalah memastikan fondasi laut dan jembatan penghubung Pulau Ngenang terselesaikan sesuai target.

  • Percepatan Lelang: BP Batam dan Kementerian PUPR berkomitmen untuk menyelesaikan revisi administrasi secepatnya. Pihak BP Batam optimis bahwa proses tender untuk zona berikutnya (Zona 2 dan 3) dapat dibuka kembali pada Kuartal I 2026.

"Kami mengakui ada tantangan administrasi dan anggaran yang harus diselesaikan untuk memastikan legalitas dan keberlanjutan proyek Jembatan Babin. Kami memohon pengertian masyarakat, karena ini proyek besar yang melibatkan dana triliunan rupiah dan harus dilakukan dengan sangat hati-hati," ujar perwakilan BP Batam dalam keterangan yang dirilis pagi ini.

Jembatan Babin ini diharapkan menjadi ikon baru di Kepri dan membuka peluang investasi yang jauh lebih besar setelah selesai dibangun.