Menantang Maut: Analisis Keamanan di Balik Aksi Nekat "Spiderman" di Puncak Taipei 101
Laporan lengkap aksi nekat pemanjat gedung Taipei 101 tanpa pengaman dan konsekuensi hukum serta keamanan yang mengikutinya.
Batam24.com | TAIWAN – Dunia maya kembali digemparkan oleh aksi seorang pria asal Amerika Serikat yang nekat memanjat salah satu gedung tertinggi di dunia, Taipei 101, tanpa menggunakan alat pengaman seutas pun. Gedung yang menjulang setinggi 508 meter tersebut ditaklukkan dalam waktu kurang dari empat jam, memicu kerumunan massa di dasar gedung dan jutaan penonton di platform live streaming. Pria yang dijuluki sebagai "Spiderman Dunia Nyata" ini mengaku melakukan aksinya untuk membuktikan batas kemampuan manusia, namun pihak otoritas Taiwan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Aksi ini memicu perdebatan panas mengenai regulasi keamanan gedung pencakar langit. Pihak manajemen Taipei 101 langsung memperketat pengawasan di area balkon dan akses luar gedung setelah insiden tersebut. Pakar psikologi menyebut bahwa fenomena "pencari adrenalin" ini semakin meningkat di era media sosial, di mana pengakuan digital sering kali mengaburkan logika keselamatan. Meskipun sang pemanjat berhasil mencapai puncak dengan selamat dan melakukan selebrasi, ia langsung ditahan oleh polisi setempat setibanya di lantai dasar atas tuduhan pelanggaran wilayah privat dan membahayakan keselamatan publik. Kasus ini menjadi pengingat bagi pengelola gedung tinggi di seluruh dunia untuk meningkatkan sistem deteksi dini pada fasad bangunan.
(Dykha)





