Presiden Prabowo Temui Bos Freeport, Investasi Rp316 Triliun Disepakati
Presiden Prabowo menyepakati tambahan investasi dari Freeport sebesar US$ 20 miliar (Rp316 T) saat bertemu para CEO global di Washington DC.
Batam24.com | WASHINGTON DC – Pengadilan Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran CEO Freeport-McMoRan di Washington DC pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan strategis tersebut, pihak Freeport berkomitmen untuk menyuntikkan investasi tambahan sebesar 20 miliar Dollar AS atau setara dengan Rp316 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah dan hilirisasi mineral di Indonesia selama 20 tahun ke depan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang baru saja ditandatangani oleh kedua negara.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa investasi besar ini harus diiringi dengan kepastian hukum dan stabilitas ekonomi di dalam negeri guna memberikan keuntungan yang adil bagi rakyat Indonesia. Hilirisasi tetap menjadi fokus utama pemerintah agar sumber daya alam Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan sebagai produk bernilai tambah. Komitmen Freeport ini juga mencakup peningkatan kepemilikan saham negara yang diproyeksikan akan mendongkrak penerimaan negara secara signifikan dalam jangka panjang.
Menteri Investasi yang turut mendampingi menyatakan bahwa masuknya dana segar ini akan membuka ribuan lapangan kerja baru, terutama bagi tenaga kerja lokal di wilayah Papua dan lokasi smelter baru. Pemerintah menjamin proses birokrasi dan perizinan akan dipermudah bagi investor yang menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai angka 6 persen pada tahun 2026 ini.
Pertemuan ini juga membahas mengenai transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di sektor pertambangan modern. Dengan adanya komitmen investasi ini, posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis global semakin diperhitungkan oleh dunia internasional. Presiden berharap kerjasama ini menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara besar yang ramah terhadap investasi namun tetap teguh dalam menjaga kepentingan nasionalnya.
(Dykha)





