Viral Video "Deepfake" Pejabat Publik: Kominfo Imbau Warga Waspada Hoaks

Peringatan Kominfo terkait viralnya video deepfake pejabat pada 26 Maret 2026 dan langkah pemerintah dalam memberantas hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI).

Viral Video "Deepfake" Pejabat Publik: Kominfo Imbau Warga Waspada Hoaks
Hati-hati ya Sahabat, jangan gampang percaya sama video yang beredar di grup WA. Sekarang AI makin canggih, bisa bikin video palsu pejabat. Selalu cek kebenarannya di sumber resmi!




IKLAN BC

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Teknologi & Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan peringatan keras pada Kamis, 26 Maret 2026, terkait beredarnya video deepfake yang mencatut nama sejumlah pejabat tinggi negara. Video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) tersebut memperlihatkan pejabat seolah-olah memberikan pernyataan kontroversial mengenai kebijakan ekonomi terbaru. Meskipun terlihat sangat nyata, Kominfo menegaskan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa digital yang bertujuan memecah belah publik.

Tim siber telah melakukan pelacakan terhadap akun-akun pertama yang menyebarkan konten manipulatif tersebut di platform media sosial. Hingga pagi ini, ribuan konten serupa telah berhasil diturunkan (take down) guna mencegah kepanikan di masyarakat. Para ahli digital forensik menyebutkan bahwa kualitas deepfake kali ini jauh lebih halus, sehingga sulit dibedakan oleh mata telanjang tanpa alat deteksi khusus.

Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi ulang melalui kanal berita resmi pemerintah sebelum mempercayai informasi yang sensitif. Pelaku penyebaran video rekayasa ini terancam hukuman berat sesuai dengan UU ITE terkait penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran. Edukasi mengenai literasi digital kini semakin gencar dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap penyalahgunaan AI.

Sejumlah platform media sosial juga bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan algoritma deteksi otomatis terhadap konten berbasis AI. Tantangan di tahun 2026 memang semakin berat seiring dengan semakin mudahnya akses publik terhadap perangkat pembuatan konten manipulatif. Kerja sama lintas sektoral dianggap menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ruang digital nasional.

Netizen di Twitter mulai ramai mendiskusikan ciri-ciri video palsu tersebut, seperti gerakan bibir yang sedikit tidak sinkron dan kedipan mata yang tidak natural. Meskipun begitu, banyak warga yang masih tertipu dan terlanjur menyebarkannya di grup-grup keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman hoaks berbasis teknologi tinggi benar-benar nyata dan berbahaya bagi keharmonisan sosial.

Kominfo berencana akan segera meresmikan Satgas AI Nasional yang bertugas khusus menangani konten-konten manipulatif secara real-time. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan akun penyebar hoaks sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penindakan. Jangan sampai teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru digunakan untuk merusak tatanan bangsa.

Bagi Anda yang menerima video mencurigakan, segera cek melalui situs resmi cekhoaks.id atau aplikasi resmi Kominfo. Pastikan kita menjadi bagian dari solusi dengan tidak ikut menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya. Keamanan digital adalah tanggung jawab kita bersama di era yang serba canggih ini.

(Dykha)