TEGANYA! Di Balik Isak Tangis Korban Banjir, Pejabat Ini Malah "Pesta" Makan Uang Bantuan
"Miris! Di tengah duka warga akibat banjir bandang, seorang pejabat di Samosir justru tega menyunat dana bantuan bencana senilai setengah miliar rupiah. Baca selengkapnya kronologi dan modus korupsi kemanusiaan yang bikin netizen geram ini."
SAMOSIR – Hati nurani sepertinya sudah menjadi barang langka bagi FAK, Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Samosir. Di saat ratusan warga Desa Sihotang harus tidur di pengungsian dengan baju basah kuyup akibat banjir bandang, FAK justru sibuk menghitung keuntungan pribadi dari penderitaan mereka.
Kasus ini terungkap setelah Kejaksaan Negeri Samosir resmi menahan FAK (22/12). Modusnya sungguh licin sekaligus menjijikkan. Dana segar sebesar Rp 5 juta per keluarga yang seharusnya diterima utuh oleh para korban dari Kementerian Sosial, justru "disunat" di tengah jalan.
Janji Manis, Realitas Pahit
Bukannya memberikan uang tunai untuk memperbaiki rumah yang hancur, FAK justru memaksa penyaluran dalam bentuk paket barang yang harganya sudah di-mark-up. Rakyat kecil hanya menerima barang seharga Rp 3 juta, sementara sisanya—sekitar setengah miliar rupiah—diduga menguap masuk ke kantong sang pejabat melalui skema fee 15% dari BUMDes penyedia.
Kini, FAK hanya bisa tertunduk saat digiring ke Lapas Kelas III Pangururan. Namun, bagi para korban, rasa sakit hati tak akan hilang hanya dengan melihatnya memakai rompi tahanan.
"Bagaimana bisa Anda menelan nasi yang dibeli dari uang air mata kami? Saat kami menggigil kedinginan karena rumah kami rata dengan tanah, Anda justru sibuk memotong hak kami demi gaya hidup mewah."
(Dykha)





