Dunia Berduka: Khaleda Zia, PM Perempuan Pertama Bangladesh, Wafat di Usia 80 Tahun

"Dunia internasional berduka atas wafatnya Begum Khaleda Zia, mantan Perdana Menteri perempuan pertama Bangladesh, pada usia 80 tahun di Dhaka. Khaleda Zia dikenal sebagai tokoh sentral yang mengubah peta politik dan pendidikan di Bangladesh. Simak perjalanan hidup, warisan politik, hingga detik-detik terakhir sang 'Ibu Demokrasi' dalam laporan mendalam ini."

Dunia Berduka: Khaleda Zia, PM Perempuan Pertama Bangladesh, Wafat di Usia 80 Tahun
"Tangan yang pernah memegang kemudi bangsa kini telah beristirahat. Perjalanan panjang Begum Khaleda Zia berakhir hari ini, namun semangatnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan tetap hidup di hati rakyatnya."




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | DHAKA – Kabar duka datang dari jagat politik internasional. Mantan Perdana Menteri Bangladesh sekaligus Ketua Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), Begum Khaleda Zia, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa pagi (30/12/2025) waktu setempat.

Khaleda Zia mengembuskan napas terakhir di Evercare Hospital, Dhaka, sekitar pukul 06.00 pagi setelah berjuang melawan komplikasi penyakit kronis yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.

Perjalanan Sang "Ibu Demokrasi"

Lahir pada tahun 1945, Khaleda Zia terjun ke dunia politik setelah pembunuhan suaminya, Presiden Ziaur Rahman, pada tahun 1981. Beliau mencatatkan sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama di Bangladesh pada tahun 1991 dan menjabat selama tiga periode (1991–1996 dan 2001–2006).

Di bawah kepemimpinannya, Bangladesh mengalami transformasi signifikan, terutama dalam sistem pendidikan dasar gratis dan pemberdayaan perempuan di pedesaan. Namun, karirnya juga diwarnai oleh rivalitas sengit selama puluhan tahun dengan Sheikh Hasina, yang sering disebut sebagai "The Battling Begums".

Detik-Detik Terakhir

Kondisi kesehatan Zia dilaporkan menurun drastis sejak November lalu akibat infeksi paru-paru, sirosis hati, dan masalah jantung. Meskipun sempat ada rencana untuk menerbangkannya ke London guna perawatan medis darurat setelah kembalinya sang putra, Tarique Rahman, dari pengasingan pekan lalu, takdir berkata lain. Tim dokter menyatakan kondisinya tidak stabil untuk perjalanan udara jauh.

Reaksi Dunia

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, menyampaikan duka yang mendalam dan menyebut wafatnya Zia sebagai kehilangan besar bagi bangsa.

"Beliau adalah sosok yang teguh dalam memperjuangkan demokrasi. Bangsa ini kehilangan pelindung yang hebat," ujar Yunus dalam pernyataan resminya.

Bendera setengah tiang direncanakan akan dikibarkan di seluruh penjuru Bangladesh sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang pemimpin yang dikenal dengan julukan "Uncompromising Leader" tersebut.

(Dykha)