Batam 2025 — Investasi dan Pariwisata Kesehatan Dorong Ekonomi

Batam tahun 2025 targetkan investasi besar melalui manufaktur dan pariwisata kesehatan. KEK Pariwisata Kesehatan mulai dikembangkan, sambil menyiapkan konektivitas maritim dan target 1,5 juta wisman.

Batam 2025 — Investasi dan Pariwisata Kesehatan Dorong Ekonomi
"Sejumlah pria duduk di meja konferensi berbentuk U di dalam tenda acara berwarna biru-putih. Di belakang mereka terdapat backdrop bertuliskan 'Seremoni Peletakan Batu Pertama Mayapada Apollo Batam International Hospital – Rabu, 27 Agustus 2025'. Mereka mengenakan batik dan pakaian formal, tampak mengikuti acara peresmian pembangunan rumah sakit internasional di Batam.




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com — Kota Batam terus bergerak dinamis pada tahun 2025. Ada beberapa perkembangan penting yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal, dari pariwisata kesehatan hingga investasi industri besar.

Pengembangan KEK Pariwisata Kesehatan

Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi memulai pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional pada 2025. Lokasi proyek berada di Sekupang di sekitar Rumah Sakit BP Batam (RSBP).
Menurut Kepala BP Batam, Ariastuty Sirait, mereka akan mengoptimalkan fasilitas rumah sakit yang sudah ada sambil membangun gedung baru untuk menarik wisatawan medis internasional.
BP Batam membuka peluang kerja sama dengan mitra profesional dan pihak ketiga agar bisa menghadirkan layanan medis bertaraf internasional.

Target Investasi Ambisius

BP Batam menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 60 triliun sepanjang tahun 2025.
Sektor-sektor utama yang menjadi fokus antara lain manufaktur (mesin, elektronik, semikonduktor), pembangunan kapal, serta jasa seperti logistik dan pariwisata.
Menurut BP Batam, pengembangan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan kawasan industri sangat penting agar Batam bisa menjadi destinasi investasi unggulan

Pertumbuhan Industri Maritim dan Konektivitas

Dalam sebuah pertemuan koordinasi tinggi tanggal 12 Maret 2025, BP Batam bersama Wali Kota Amsakar Achmad membahas pengembangan jalur industri maritim, shipbuilding, dan konektivitas laut.
Salah satu rencana ambisius adalah membuka rute kapal feri baru Batam–Johor untuk menjalin konektivitas lebih kuat dengan Malaysia. 
Peningkatan konektivitas ini diharapkan bisa memperkuat peran Batam sebagai hub logistik dan industri di kawasan Asia Tenggara. 

Pariwisata Wisman Meningkat

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam hingga Agustus 2025 mencapai lebih dari 1 juta orang
Wali Kota Batam dan BP Batam optimistis bisa mencapai target 1,5 juta wisman pada akhir tahun ini, melihat tren positif dan pemulihan pariwisata pasca pandemi. 
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam akan menggenjot event wisata, memperkuat promosi, dan memanfaatkan fasilitas ferry lintas negara serta visa on arrival untuk menarik lebih banyak turis.