Dominasi Bitcoin dan Altseason 2026: Strategi Trading Crypto di Tengah Masifnya Adopsi ETF Global
Ulasan lengkap mengenai fase bull run pasar kripto 2026, strategi trading Bitcoin, dan persiapan menghadapi musim koin alternatif (Altseason).
Batam24.com | JAKARTA – Pasar aset digital atau kripto kembali memasuki fase euforia yang sangat kuat di awal tahun 2026, ditandai dengan Bitcoin (BTC) yang berhasil mempertahankan posisinya di atas level harga tertingginya sepanjang sejarah. Fenomena ini tidak lagi sekadar didorong oleh spekulasi ritel, melainkan oleh arus dana institusional yang masuk secara masif melalui produk ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin yang kini telah menjadi standar investasi di bursa-bursa global. Dominasi Bitcoin (BTC Dominance) yang berada di level tinggi menunjukkan bahwa modal besar saat ini masih terkonsentrasi pada aset utama sebagai "Digital Gold", namun para trader kini mulai bersiap menyambut fase Altseason, di mana likuiditas diprediksi akan mengalir ke aset-aset lapis kedua seperti Ethereum, Solana, dan berbagai proyek berbasis Kecerdasan Buatan (AI) serta Real World Assets (RWA).
Bagi para trader kripto, kondisi pasar saat ini menawarkan volatilitas yang sangat tinggi, yang jika dikelola dengan benar dapat memberikan imbal hasil yang luar biasa. Strategi scalping pada koin-koin dengan volume perdagangan tinggi menjadi sangat populer, sementara para investor jangka panjang lebih memilih strategi staking untuk mendapatkan pendapatan pasif. Secara teknikal, Bitcoin menunjukkan struktur pasar yang sangat sehat dengan koreksi-koreksi kecil yang justru berfungsi sebagai area retest sebelum melanjutkan kenaikan. Namun, risiko likuidasi massal tetap membayangi para trader yang menggunakan leverage tinggi, sehingga penggunaan manajemen margin yang ketat sangat dianjurkan. Di Indonesia, jumlah investor kripto terus mencatatkan pertumbuhan signifikan, didukung oleh regulasi yang semakin jelas dari Bappebti dan OJK yang memberikan rasa aman bagi para pelaku pasar. Perkembangan teknologi blockchain yang semakin terintegrasi dengan sektor keuangan tradisional menjadikan kripto bukan lagi sekadar aset spekulatif, melainkan bagian integral dari portofolio investasi modern di tahun 2026. Trader disarankan untuk selalu memantau data on-chain untuk melihat pergerakan dompet-dompet besar (whales) guna menghindari jebakan pasar (market trap) dan tetap berada di sisi tren yang menguntungkan.
(Dykha)





