November 2024 menjadi bulan yang menyeimbangkan antara investasi jangka panjang (FID Tangguh) dan urgensi kebijakan jangka pendek (HGBT). Keberhasilan proyek infrastruktur gas, ditambah dengan kepastian regulasi harga, akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan industrinya sekaligus memenuhi janji transisi energi.
PGN cetak laba bersih Rp 3,9 T (USD 250 Juta) di Kuartal III 2025. Simak analisis lengkap kinerja, pendapatan USD 2,9 Miliar, dan strategi pasokan gas PGN per 12 November 2025.
Batam24.com | JAKARTA – Industri gas nasional menunjukkan sinyal ketahanan yang kuat. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, yang merilis laporan keuangan Triwulan III (Q3) Tahun 2025 pada 12 November 2025.
PGN Raih Laba Solid di Tengah Tantangan
Laporan yang dirilis pada pertengahan bulan November 2025 ini menggarisbawahi posisi PGN sebagai pemain dominan dalam bisnis gas di Indonesia:
-
Laba Bersih: PGN mencatatkan Laba Bersih sebesar sekitar Rp 3,9 Triliun (atau setara USD 250 Juta) hingga periode 30 September 2025. Angka ini membuktikan kemampuan manajemen PGN dalam menjaga profitabilitas meskipun menghadapi tantangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas global.
-
Pendapatan Kuat: Total pendapatan konsolidasi perusahaan juga tercatat menembus angka USD 2,9 Miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Pendapatan ini didorong oleh sektor transmisi dan distribusi gas bumi, serta kontribusi dari bisnis LNG (Gas Alam Cair).
Strategi Infrastruktur Jadi Kunci
Dalam konferensi pers terkait laporan ini, manajemen PGN juga menyoroti pentingnya keandalan infrastruktur:
-
Jaminan Pasokan: PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas seperti FSRU Lampung. Fasilitas ini memainkan peran vital dalam mendistribusikan gas alam, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri yang vital di Jawa dan Sumatera, sekaligus menopang pendapatan dari bisnis LNG.
-
Efisiensi dan Ekspansi: Meskipun fokus pada laba, PGN juga terus mendorong efisiensi operasional dan ekspansi jaringan pipa gas baru untuk menambah basis pelanggan industri dan rumah tangga di berbagai wilayah.
Rilis laporan ini pada 12 November 2025 memberikan sentimen positif bagi pasar modal, menegaskan bahwa sektor bisnis gas memiliki fundamental yang kuat dan prospek yang cerah di masa depan energi Indonesia..
(Dykha)





