Pemerintah Resmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Energi Baru Terbarukan di Kalimantan

Artikel ini membahas peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) infrastruktur energi terintegrasi di Kalimantan oleh Presiden Prabowo Subianto. Proyek senilai Rp123 triliun ini bertujuan untuk meningkatkan kedaulatan energi, memproduksi BBM standar Euro 5 yang ramah lingkungan, dan mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2026.

Pemerintah Resmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Energi Baru Terbarukan di Kalimantan
Momen bersejarah saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan Proyek Strategis Nasional energi terintegrasi di Kalimantan. Langkah nyata menuju kedaulatan energi dan masa depan Indonesia yang lebih bersih dengan standar Euro 5




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | KALIMANTAN TIMUR – Pengadilan kedaulatan energi Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru. Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan infrastruktur energi terintegrasi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mencakup pengembangan energi bersih dan modernisasi kilang di Balikpapan, Kalimantan Timur. Langkah besar ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mengejar target Net Zero Emission sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional di awal tahun 2026.

Proyek yang menelan investasi hingga USD 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas pengolahan, tetapi juga pada standar kualitas lingkungan yang lebih tinggi. Dengan beroperasinya fasilitas terbaru ini, kilang di Kalimantan mampu memproduksi bahan bakar dengan standar Euro 5 yang jauh lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk mengintegrasikan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) ke dalam sistem energi nasional secara masif.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa proyek ini adalah hasil kerja keras putra-putri terbaik bangsa. "Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa. Kita harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam hal energi dan tidak boleh terus bergantung pada impor," tegas Presiden di hadapan para menteri dan jajaran direksi BUMN. Selain memperkuat cadangan nasional, proyek strategis ini diproyeksikan dapat menghemat devisa negara hingga puluhan triliun rupiah per tahun karena berkurangnya ketergantungan pada pasokan energi luar negeri.

Selain fokus pada pengolahan, pengembangan EBT di wilayah Kalimantan juga terus digenjot melalui pembangunan berbagai infrastruktur pendukung energi bersih lainnya. Transformasi ini diharapkan dapat menyuplai kebutuhan listrik bagi kawasan industri strategis serta mendukung keberlangsungan energi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah berharap, peresmian PSN ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin transisi energi di kawasan Asia Tenggara.

(Dykha)