Siswa SD di Bandung Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Berbasis IoT

Kisah inspiratif siswa SD di Bandung yang menciptakan alat deteksi gas bocor menggunakan teknologi IoT pada 4 Maret 2026.

Siswa SD di Bandung Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Berbasis IoT
Kecil-kecil cabai rawit! Siswa SD di Bandung ini ciptakan alat deteksi gas bocor yang bisa kirim pesan ke HP. Keren banget ya prestasinya!




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | BANDUNG – Seorang siswa sekolah dasar di Bandung mendadak viral setelah berhasil menciptakan alat sederhana namun canggih untuk mendeteksi kebocoran gas LPG. Inovasi yang dipamerkan dalam ajang kreativitas sekolah pada Rabu, 4 Maret 2026, ini menarik perhatian karena menggunakan teknologi IoT yang bisa mengirim notifikasi ke ponsel.

Siswa kelas 6 berinisial DZ ini mengaku terinspirasi menciptakan alat tersebut setelah melihat berita kebakaran yang sering dipicu oleh ledakan tabung gas di pemukiman padat. Dengan bimbingan sang ayah yang seorang teknisi, ia merakit sensor gas murah yang dihubungkan dengan mikrokontroler untuk memicu alarm suara dan pesan teks otomatis.

Alat ciptaan DZ ini bekerja dengan cara mendeteksi konsentrasi gas di udara, dan jika melewati ambang batas tertentu, sistem akan langsung mematikan aliran listrik di sekitarnya. Hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya percikan api yang dapat memicu ledakan besar, memberikan waktu bagi penghuni rumah untuk segera melakukan evakuasi.

Inovasi ini mendapat pujian dari Dinas Pendidikan setempat yang menyebut DZ sebagai salah satu bibit unggul dalam bidang teknologi dan sains sejak dini. Banyak orang tua siswa lainnya yang merasa terinspirasi dan berharap kurikulum sekolah bisa lebih banyak memberikan ruang untuk praktek teknologi aplikatif seperti yang dilakukan DZ.

Di media sosial, video DZ saat mempresentasikan cara kerja alatnya telah ditonton jutaan kali dengan komentar yang penuh dukungan dari para pakar IT. Banyak warganet yang menyarankan agar karya DZ ini bisa diproduksi secara massal dengan harga terjangkau guna membantu masyarakat kecil mencegah kebakaran rumah.

Beberapa perusahaan teknologi nasional dikabarkan sudah mulai melirik DZ untuk diberikan beasiswa pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi sebagai bentuk apresiasi. Bakat anak muda seperti DZ membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menciptakan solusi nyata bagi permasalahan keamanan di lingkungan sehari-hari.

DZ sendiri berharap alatnya bisa terus disempurnakan agar ukurannya lebih kecil dan mudah dipasang di setiap dapur rumah warga tanpa memerlukan biaya yang mahal. Ia bercita-cita menjadi seorang insinyur yang bisa menciptakan banyak alat keamanan otomatis untuk membantu orang-orang di seluruh penjuru Indonesia.

(Dykha)