Heboh! Penampakan Awan Berbentuk Gasing di Langit Gunung Merapi
Ulasan mengenai fenomena awan Lenticularis berbentuk gasing yang muncul di puncak Gunung Merapi pada 4 Maret 2026 dan menjadi viral.
Batam24.com | SLEMAN – Masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi dikejutkan dengan fenomena awan unik yang berbentuk menyerupai gasing atau topi raksasa pada Rabu pagi, 4 Maret 2026. Kejadian ini langsung viral di media sosial setelah beberapa warga mengabadikan momen langka tersebut yang tampak sangat jelas karena cuaca pagi yang begitu cerah.
Fenomena yang secara saintifik dikenal sebagai awan Lenticularis ini terlihat "diam" di atas puncak Merapi selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya membuyar tertiup angin. Meskipun terlihat indah dan eksotis, munculnya awan ini sempat memicu kekhawatiran warga akan adanya aktivitas vulkanik, mengingat status Gunung Merapi yang masih waspada.
Pihak BPPTKG Yogyakarta segera memberikan klarifikasi bahwa fenomena awan tersebut murni merupakan gejala meteorologi dan tidak berkaitan dengan aktivitas magma di dalam gunung. Awan ini terbentuk akibat adanya arus udara yang lembap yang terdorong ke atas oleh massa pegunungan, sehingga mengalami kondensasi menjadi bentuk cakram.
Meskipun dijelaskan sebagai fenomena biasa, foto dan video awan tersebut telah dibagikan puluhan ribu kali di platform X dan Instagram. Banyak warganet yang mengaitkan keindahan fenomena ini dengan pesan-pesan spiritual, sementara yang lain memuji kemegahan alam Indonesia yang selalu menyimpan kejutan di setiap sudutnya.
Wisatawan yang sedang berada di kawasan Kaliurang mengaku sangat beruntung bisa melihat penampakan tersebut secara langsung dari jarak dekat. Mereka memadati titik-titik pandang untuk berswafoto dengan latar belakang awan gasing yang langka tersebut, menjadikan kawasan wisata Merapi mendadak ramai dikunjungi pada pagi hari ini.
Selain di Merapi, fenomena serupa kabarnya juga pernah terlihat di beberapa gunung tinggi lainnya di Indonesia, namun kali ini bentuknya dianggap paling sempurna dan simetris. Kejadian ini menambah daftar panjang fenomena alam di awal tahun 2026 yang berhasil menarik perhatian publik secara luas di dunia digital.
Pemerintah setempat tetap menghimbau warga agar selalu memantau informasi resmi dari otoritas terkait jika terjadi fenomena alam yang tidak biasa. Dokumentasi mengenai awan gasing ini kini tengah dikumpulkan oleh para peneliti cuaca untuk dijadikan bahan studi mengenai pola angin di wilayah dataran tinggi Jawa Tengah.
(Dykha)





