Kapolsek KKP Batam Himbau Penumpang Gunakan Tiket Resmi Demi Kelancaran Mudik
Batam24.com l Batam – Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam mengambil langkah tegas terhadap praktik percaloan yang meresahkan para pemudik di Pelabuhan ASDP Roro Punggur menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Tim gabungan Satgas Gakkum Operasi Ketupat Seligi berhasil membongkar sindikat calo tiket yang beroperasi di kawasan pelabuhan tersebut. Ironisnya, dalam pengungkapan kasus ini turut menyeret dua oknum petugas ASDP yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolsek KKP Batam, AKP Zharfan Edmond, mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran calo yang menjanjikan kemudahan keberangkatan dengan harga jauh lebih mahal dari tarif resmi.
“Pemudik diharapkan menggunakan jalur resmi untuk pembelian tiket dan tidak mempercayai calo yang menawarkan keberangkatan cepat dengan biaya tinggi,” ujar Zharfan.
Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mendaftar atau mendapatkan tiket penyeberangan, dapat langsung menuju TPS Batam atau Buffer Zone dengan membawa identitas resmi seperti KTP, SIM, maupun Kartu Keluarga.
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan proses keberangkatan berjalan tertib dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak pelabuhan.
Zharfan juga memastikan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan ketat di seluruh pelabuhan di Kota Batam guna menjamin kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan di seluruh pelabuhan di Batam. Apabila ditemukan praktik percaloan, terutama yang memanfaatkan momentum Lebaran, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga ketertiban di kawasan pelabuhan dengan tidak menggunakan jasa calo serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi praktik percaloan di lapangan.
Praktik percaloan, lanjutnya, tidak hanya merugikan masyarakat karena harga tiket dijual jauh lebih mahal, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidaktertiban serta penumpukan penumpang di pelabuhan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Dengan pengawasan yang diperketat, diharapkan aktivitas mudik melalui Pelabuhan Roro Punggur dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (Rara)





