Lebaran Penuh Makna, 759 Warga Binaan Lapas Batam Terima Remisi Khusus Idul Fitri

Lebaran Penuh Makna, 759 Warga Binaan Lapas Batam Terima Remisi Khusus Idul Fitri




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com l BATAM – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi berkah tersendiri bagi ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam. Sebanyak 759 warga binaan beragama Islam menerima Remisi Khusus (RK) Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026).

Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan dari negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Dari total 759 orang yang diusulkan, sebanyak 757 warga binaan menerima Remisi Khusus I (RK I) berupa pengurangan sebagian masa pidana. Sementara itu, 2 orang lainnya menerima Remisi Khusus II (RK II) yang langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Kegiatan penyerahan remisi berlangsung khidmat di Masjid At-Taubah Lapas Batam. Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, yang sekaligus membacakan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan. Tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai keberhasilan dalam mengendalikan diri serta memperbaiki perilaku.

“Pemberian remisi ini merupakan wujud nyata apresiasi negara kepada warga binaan yang telah berkomitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada pemberian remisi semata, melainkan harus terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Idul Fitri diharapkan menjadi sarana introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai kebaikan, serta mempererat hubungan sosial dengan sesama maupun lingkungan sekitar.

Melalui pemberian remisi ini, Lapas Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada perubahan positif. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali diterima dengan baik di tengah masyarakat. (Rara)