Penggerebekan Sindikat Scam Internasional di Batam Seret 210 WNA, Pemilik Alphard Mewah Jadi Sorotan
Batam24.com | Batam – Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengamankan sebanyak 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan investasi daring atau scam trading di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Penangkapan dilakukan dalam operasi pengawasan keimigrasian di sebuah apartemen di Kecamatan Lubuk Baja pada Rabu, 6 Mei 2026.
Dari total WNA yang diamankan, sebanyak 125 orang berasal dari Vietnam, 84 orang dari Republik Rakyat Tiongkok, dan 1 orang dari Myanmar. Berdasarkan data, sebanyak 163 orang berjenis kelamin laki-laki dan 47 orang perempuan.
Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memberantas tindak pidana lintas negara, khususnya praktik penipuan investasi daring yang belakangan marak terjadi dan merugikan banyak korban.
Penggerebekan markas scamming di Apartemen Baloi View Apatel itu sebelumnya menyita perhatian publik setelah aparat mengamankan ratusan warga negara asing yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal lintas negara.

Foto sosok RDS
Dalam pengembangan kasus tersebut, aparat gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama Polda Kepri juga terus memburu sosok yang disebut-sebut terkait dengan mobil mewah jenis Alphard yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut.
Mobil tersebut disebut-sebut berkaitan dengan RDS, sosok yang diduga bertanggung jawab dalam aktivitas jaringan love scamming, phishing e-commerce, hingga judi online yang diduga dikendalikan dari apartemen tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, RDS diketahui merupakan mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sementara istrinya disebut masih aktif menjabat sebagai bendahara di lingkungan BPN.
Seorang sumber menyebutkan, RDS kini menjalankan bisnis rental mobil mewah, khususnya kendaraan jenis Alphard, yang disewakan kepada pendatang dari luar daerah maupun warga negara asing.
“RDS merupakan mantan pegawai BPN bersama istrinya yang menjabat bendahara BPN. Sekarang bisnis rental mobil, khusus Alphard yang disewakan untuk pendatang dari luar kota maupun luar negeri,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat (8/5/2026) siang, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan pihaknya akan menelusuri keberadaan pihak yang terkait dengan mobil Alphard yang ramai disebut dalam pemberitaan media.
“Kita akan kejar siapa pemilik mobil Alphard yang disebut-sebut dalam pemberitaan di media terkait aktivitas markas judol dan scamming,” ujar Hendarsam kepada awak media.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pihaknya juga akan mengusut dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dalam pengawalan jaringan tersebut.
Saat ini, seluruh WNA yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas Imigrasi untuk mendalami dugaan pelanggaran keimigrasian maupun keterlibatan dalam jaringan scam internasional. (Tim)


