TNI Angkatan Laut Pimpin Pemeriksaan Gabungan KM Polo yang Terdampar di Perairan Pekajang Lingga
Batam24.com l Batam — Lanal Dabo Singkep di bawah jajaran Koarmada IV melakukan pemeriksaan gabungan terhadap kapal KM Polo yang ditemukan terdampar tanpa awak di perairan Pulau Pekajang (Cibia), Kabupaten Lingga, pada Sabtu (27/12/2025). Langkah ini menyusul laporan dari warga Desa Pekajang yang pertama kali melihat keberadaan kapal tersebut sehari sebelumnya.
Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Gabungan Lanal Dabo Singkep bersama unsur instansi terkait sebagai bentuk respon cepat atas laporan masyarakat. Komandan Lanal Dabo Singkep langsung memerintahkan pelaksanaan pengecekan menyeluruh untuk memastikan kondisi kapal, muatan, dan kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum. Tim bergerak menuju lokasi menggunakan Pat Sea Rider setelah menggelar apel kesiapan.
Sesampainya di titik temuan, tim melakukan pemeriksaan fisik dan mendapati kapal dalam keadaan tidak layak beroperasi. Tidak terlihat adanya sekoci di atas kapal, crane sekoci mengalami kerusakan, reling patah, serta badan kapal menunjukkan korosi berat. Tim juga menemukan adanya sembilan kontainer ukuran 45 feet dalam kondisi tertutup, serta satu kontainer 20 feet terbuka berisi tali karung di palka kapal.
Pemeriksaan ke bagian anjungan menemukan ruangan dalam keadaan semrawut dengan minim peralatan navigasi, hanya terdapat satu unit kompas. Kondisi ruang kamar awak, dapur, hingga ruang mesin juga memprihatinkan, kotor, berbau menyengat, dan beberapa mesin terlihat terendam air bercampur oli.
Sejumlah dokumen turut ditemukan di anjungan seperti Ship’s Log Book, Radio Log Book, Deck Department Arrival File, serta Crew List yang mencantumkan enam nama awak kapal. Namun hingga pemeriksaan selesai, tidak satu pun kru ditemukan di sekitar lokasi kapal.
Dari hasil peninjauan awal, KM Polo diduga sudah cukup lama ditinggalkan tanpa pengawasan. Hampir seluruh bagian kapal tampak rusak dan tidak terawat, baik di luar maupun interiornya, mengindikasikan kapal telah lama terbengkalai.
Kegiatan pemeriksaan gabungan ini menjadi bukti kesigapan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan nasional serta menindaklanjuti setiap informasi masyarakat demi mencegah potensi pelanggaran hukum di laut, khususnya di kawasan Kabupaten Lingga. (Rara)





