Viral Isu Pertamax Naik Rp17.850, Pertamina Beri Penjelasan Resmi Hari Ini

Klarifikasi resmi Pertamina dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait viralnya isu kenaikan harga Pertamax menjadi Rp17.850 per liter pada 31 Maret 2026.

Viral Isu Pertamax Naik Rp17.850, Pertamina Beri Penjelasan Resmi Hari Ini
Jangan panik dulu! Isu Pertamax naik jadi Rp17 ribu ternyata belum resmi. Pertamina minta masyarakat cek info valid dan nggak termakan hoaks yang lagi viral. Cek faktanya di sini!




IKLAN BC

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Energi Nasional Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan unggahan viral di media sosial yang menyebutkan harga BBM jenis Pertamax akan melonjak drastis menjadi Rp17.850 per liter mulai 1 April 2026. Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga pada Selasa pagi, 31 Maret 2026, memberikan klarifikasi resmi untuk menenangkan publik. Pertamina menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai kenaikan harga BBM nonsubsidi sebesar itu, meski fluktuasi harga minyak mentah dunia memang sedang dipantau ketat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga turut memberikan sinyal bahwa pemerintah akan tetap memperhatikan daya beli rakyat kecil sebelum mengambil kebijakan terkait harga BBM. Bahlil menyebutkan bahwa harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar global, namun pemerintah berupaya menjaga agar stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga pasca-lebaran. Sementara itu, untuk harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah menjamin tidak ada kenaikan harga dalam waktu dekat.

Kabar mengenai kenaikan harga ini sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di kota-kota besar karena warga khawatir akan terjadi lonjakan harga mendadak besok pagi. Beberapa pengamat energi menilai bahwa kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah memang memberikan tekanan besar pada neraca fiskal negara. Namun, angka Rp17.850 dianggap terlalu tinggi dan belum memiliki dasar perhitungan yang valid dari pemerintah.

Di sisi lain, Pertamina mencatat bahwa konsumsi BBM nonsubsidi terus meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat pada akhir bulan Maret ini. Perusahaan energi pelat merah tersebut mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan informasi hoaks dan selalu merujuk pada kanal informasi resmi Pertamina untuk update harga harian. Stok BBM nasional sendiri dipastikan dalam kondisi aman untuk mencukupi kebutuhan hingga satu bulan ke depan.

Dampak dari isu ini juga sempat dirasakan oleh para pengusaha logistik yang mulai khawatir akan kenaikan biaya operasional secara signifikan. Pemerintah terus berkoordinasi dengan badan usaha jalan tol dan transportasi massal untuk memastikan dampak inflasi energi dapat diminimalisir. Transparansi dalam penyesuaian harga menjadi tuntutan utama dari berbagai lapisan masyarakat saat ini.

Ke depannya, Indonesia sedang mempercepat transisi ke energi alternatif dan kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah. Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) menjadi prioritas utama dalam jangka panjang untuk mencapai kedaulatan energi. Untuk saat ini, publik diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa perlu melakukan panic buying.

Pemerintah juga berencana akan merilis daftar harga BBM terbaru untuk bulan April 2026 pada sore nanti atau esok hari. Penyesuaian harga akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai parameter ekonomi makro. Keamanan dan distribusi energi ke seluruh pelosok negeri tetap menjadi fokus utama pelayanan Pertamina di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.

(Dykha)