ASDP Batam Klarifikasi Keluhan Tiket Online Nataru 2025, Tegaskan Tak Ada Penahanan Kuota

ASDP Batam Klarifikasi Keluhan Tiket Online Nataru 2025, Tegaskan Tak Ada Penahanan Kuota
Foto General Manager ASDP Batam, Andri S., di Ruang Kerja.




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com l Batam – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memberikan klarifikasi resmi menanggapi keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan tiket penyeberangan secara online selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, khususnya pada rute Batam–Tanjung Uban, Batam–Buton, dan Batam–Tungkal.

ASDP Batam juga menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi angkutan Tahun Baru 2025/2026. Hal tersebut disampaikan langsung oleh General Manager ASDP Batam, Andri S., kepada rekan media di ruang VIP, pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 10.30 WIB.

Dalam keterangannya, Andri S. menjelaskan bahwa sistem tiket online diterapkan untuk menjamin pelayanan yang tertib, transparan, dan merata kepada seluruh pengguna jasa. Menurutnya, kuota penumpang telah diatur sesuai kapasitas kapal dan standar keselamatan pelayaran.

“Pada prinsipnya kami tidak melakukan penahanan kuota. Namun, dalam kondisi tertentu, kuota yang tidak terambil melalui sistem online hingga mendekati waktu keberangkatan akan tetap kami kelola agar pelayanan tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Ia mencontohkan, apabila masih terdapat kuota tersisa dan tidak diambil oleh masyarakat melalui sistem online hingga batas waktu tertentu, maka kuota tersebut dapat disesuaikan demi menjamin pelayanan kepada penumpang, termasuk untuk kebutuhan mendesak seperti bantuan bencana yang melanda di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh hingga terkait penyaluran Sembako yang ada di Kepulauan Riau dan sekitarnya.

Terkait dugaan adanya praktik penjualan tiket oleh oknum tidak bertanggung jawab, pihak ASDP menegaskan bahwa pengawasan internal terus dilakukan. ASDP juga memastikan bahwa sistem tiket online dirancang tertutup dan tidak dapat diakses maupun dimanipulasi oleh pihak ketiga atau calo.

“Kami fokus pada pelayanan. Jika ada celah atau kekurangan dalam sistem, kami berupaya segera melakukan pembenahan kedepannya, meskipun memang belum sepenuhnya maksimal” jelasnya.

Klarifikasi Kendala Sistem Tiket Online

Menanggapi isu kendala teknis sistem tiket online, ASDP Batam menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat gangguan teknis yang signifikan pada website maupun aplikasi pemesanan tiket.

Pihak ASDP menjelaskan bahwa evaluasi dan peningkatan kualitas sistem online tetap dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, agar sistem semakin mudah diakses dan nyaman digunakan oleh masyarakat.

“Pembenahan sistem bersifat peningkatan kualitas layanan, bukan karena adanya gangguan besar. Kami terus melakukan evaluasi agar sistem tiket online semakin optimal,” jelas pihak ASDP.

Data Operasional Pelabuhan

Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, ASDP Batam turut memaparkan perbandingan data operasional angkutan tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 pada dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban.

A. Pelabuhan Telaga Punggur

Jumlah kapal yang beroperasi pada 2025 tercatat tetap dibandingkan tahun 2024. Namun dari sisi pelayanan, jumlah trip pelayaran mengalami kenaikan sebesar 5 persen.

Penumpang pejalan kaki tercatat turun 26 persen, sementara penumpang dalam kendaraan mengalami penurunan 8 persen. Untuk kendaraan roda dua justru mengalami kenaikan signifikan sebesar 28 persen.

Sementara itu, kendaraan kategori KK mengalami penurunan 2 persen, kendaraan bus naik 30 persen, dan kendaraan truk mengalami penurunan sebesar 31 persen.

B. Pelabuhan Tanjung Uban

Di Pelabuhan Tanjung Uban, jumlah kapal yang beroperasi pada 2025 juga tercatat tetap dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah trip pelayaran mengalami kenaikan 6 persen.

Penumpang pejalan kaki mengalami penurunan 29 persen, penumpang dalam kendaraan turun 17 persen, dan kendaraan roda dua turun 1 persen.

Kendaraan kategori KK tercatat turun 26 persen, kendaraan bus naik 6 persen, sementara kendaraan truk mengalami penurunan paling signifikan sebesar 41 persen.

Pengawasan dan Pengaduan

Mengenai dugaan pungutan liar (pungli), ASDP Batam menyatakan siap menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan masyarakat. ASDP juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna mengantisipasi dan menindak praktik-praktik yang merugikan pengguna jasa.

Masyarakat yang mengalami kendala atau merasa dirugikan dalam proses pembelian tiket diminta untuk menyampaikan pengaduan melalui layanan resmi ASDP di nomor 191.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP Batam terus melakukan pengaturan operasional, termasuk optimalisasi armada dan frekuensi pelayaran pada rute-rute padat, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan pelayaran.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan angkutan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” pungkas Andri S. (Rara)