Gempa M 3,0 Guncang Halmahera Barat, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Gempa bumi berkekuatan M 3,0 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, namun tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan.
Batam24.com | HALMAHERA – Wilayah Maluku Utara kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa pagi (3/3). Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki magnitudo 3,0 dengan pusat getaran berada di darat, sekitar 25 kilometer timur laut Halmahera Barat.
Meskipun kekuatannya relatif kecil, guncangan gempa dirasakan cukup nyata oleh warga di sekitar pusat gempa karena kedalamannya yang mencapai 135 kilometer. Beberapa warga sempat keluar rumah untuk memastikan keamanan bangunan mereka saat getaran terjadi selama beberapa detik.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut untuk mengantisipasi adanya gempa susulan yang mungkin terjadi dengan kekuatan yang lebih besar.
Maluku Utara merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Warga diimbau untuk selalu siap siaga dan memahami prosedur evakuasi mandiri jika terjadi gempa yang lebih kuat.
Pemerintah daerah setempat melalui BPBD telah melakukan pengecekan ke beberapa desa yang berada di dekat pusat gempa. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan sistem peringatan dini di wilayah pesisir berfungsi dengan baik guna mencegah risiko tsunami jika terjadi gempa laut.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya atau berita bohong (hoaks) yang sering beredar setelah terjadi gempa. Informasi resmi hanya dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal komunikasi digital mereka yang diperbarui secara berkala setiap menitnya.
Pihak BMKG mengingatkan warga untuk memeriksa kondisi struktur rumah masing-masing, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng perbukitan. Gempa dengan kedalaman menengah seperti ini terkadang dapat memicu tanah longsor jika terjadi pada wilayah dengan struktur tanah yang tidak stabil.
(Dykha)





