Hak Jawab IPJI: Bendahara Umum Nilai Tudingan Pemegang Mandat PWOD Kepri Berlebihan
Batam24.com | Batam – Bendahara Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Cristy Lemon, menyampaikan hak jawab atas pemberitaan yang menyoroti dugaan pengabaian terhadap pemegang mandat Persatuan Wartawan Online Digital (PWOD) Kepulauan Riau, Hans, dalam sebuah kegiatan pelantikan DPW IPJI Kepri.
Cristy menilai tudingan yang dilontarkan Hans terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Menurutnya, panitia telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu undangan meski harus menghadapi membludaknya jumlah peserta yang hadir.
"Sebagai tamu undangan, terlebih tamu kehormatan, seharusnya kita dapat menyikapi setiap situasi dengan bijaksana. Sangat disayangkan persoalan seperti ini kemudian dibesar-besarkan hingga menjadi konsumsi publik," ujar Cristy, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, tingginya antusiasme tamu yang hadir membuat panitia bekerja ekstra sehingga kemungkinan ada beberapa nama yang tidak sempat disebutkan atau terlewat dalam penyambutan. Namun, hal tersebut terjadi bukan karena unsur kesengajaan ataupun bentuk pengabaian.
Cristy juga mengingatkan bahwa Ketua DPW IPJI Kepri, Ismail, telah menyampaikan secara terbuka dari atas panggung bahwa keterbatasan waktu dan kondisi acara tidak memungkinkan seluruh tamu disebutkan satu per satu.
Selain itu, Ketua Panitia Pelaksana, Budi Sudarmawan, dalam sambutannya juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh tamu atas segala kekurangan selama pelaksanaan kegiatan, termasuk apabila terdapat tamu yang merasa belum terlayani secara maksimal.
"Permohonan maaf sudah disampaikan secara langsung kepada seluruh tamu undangan. Saya sendiri mendengar pernyataan tersebut di lokasi acara," kata Cristy.
Dalam hak jawabnya, Cristy turut menyoroti pemberitaan sejumlah media online yang memuat foto dirinya tanpa terlebih dahulu meminta izin maupun melakukan konfirmasi. Ia menegaskan, dokumentasi yang digunakan bukan merupakan bagian dari sesi wawancara resmi sehingga dinilai tidak memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Cristy berharap persoalan tersebut tidak lagi diperkeruh dan meminta seluruh insan pers maupun organisasi profesi tetap mengedepankan etika, komunikasi yang baik, serta sikap saling menghormati.
"Kalau ada tamu yang merasa kurang puas, tentu itu menjadi bahan evaluasi bagi panitia. Namun sebagai sesama profesi, kita juga harus mampu saling memahami. Tidak ada penyelenggaraan acara yang benar-benar sempurna. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan dewasa dan berjiwa besar," pungkasnya. (Rara)

