BNN RI Teguhkan Gerakan Ananda Bersinar pada HANI 2026, Wujudkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

BNN RI Teguhkan Gerakan Ananda Bersinar pada HANI 2026, Wujudkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045




Batam24.com | Jakarta – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menegaskan komitmennya dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat melalui tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045."

Tema tersebut menjadi landasan BNN RI untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini, memperluas layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, serta meningkatkan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika yang terus berkembang.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., menegaskan bahwa perang terhadap narkotika bukan hanya berfokus pada pemberantasan jaringan peredarannya, tetapi juga menyelamatkan manusia dan melindungi masa depan generasi muda Indonesia.

"Membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat tidak mungkin terwujud apabila narkotika masih merusak masa depan anak-anak bangsa. Karena itu, pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan harus berjalan secara seimbang dan berkelanjutan," tegasnya.

Dalam mewujudkan hal tersebut, rehabilitasi menjadi salah satu pilar utama strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menurut Kepala BNN RI, penyalahguna narkotika merupakan korban yang harus dipulihkan melalui layanan rehabilitasi medis maupun sosial agar dapat kembali produktif dan berkontribusi bagi masyarakat.

BNN RI juga terus memperluas jejaring Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) serta fasilitas rehabilitasi agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan tanpa stigma.

Selain itu, BNN RI mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya penyalahgunaan New Psychoactive Substances (NPS) yang kini banyak dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Dengan kemasan menarik dan beragam rasa, NPS dinilai mampu mengecoh masyarakat, terutama kalangan remaja.

BNN RI menjelaskan, zat tersebut dapat merusak fungsi otak, memicu ketergantungan dalam waktu singkat, bahkan sulit terdeteksi melalui pemeriksaan urine konvensional.

"Jangan tertipu. Vape yang mengandung NPS bukan gaya hidup, melainkan ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda," ujar Kepala BNN RI.

Sebagai implementasi tema HANI 2026, BNN RI terus menguatkan program Ananda Bersinar (Anak Negeri Indonesia Generasi Bersinar) sebagai gerakan nasional pencegahan narkotika yang melibatkan sekolah, keluarga, perguruan tinggi, pesantren, komunitas, hingga pemerintah daerah.

Melalui program tersebut, generasi muda dibekali pengetahuan, penguatan karakter, keterampilan hidup (life skills), serta kemampuan menolak penyalahgunaan narkotika sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, cerdas dalam mengambil keputusan, dan tangguh menghadapi berbagai pengaruh negatif.

"Kalau anak-anak kita kuat, bandar narkotika tidak akan memiliki pasar," tegasnya.

BNN RI meyakini cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan terbebas dari ancaman narkotika.

Melalui momentum HANI 2026, BNN RI mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, dunia usaha, hingga masyarakat luas untuk memperkuat sinergi dalam upaya P4GN melalui edukasi, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap narkotika.

"Melindungi generasi hari ini berarti menjaga masa depan Indonesia. Mari jadikan HANI 2026 sebagai momentum memperkuat Gerakan Ananda Bersinar demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkas Kepala BNN RI.

BNN RI juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika melalui Call Center BNN 184. (Rara)