Capella Honda Kepri Edukasi Keselamatan Berkendara, Posisi Anak di Depan Motor Sangat Berisiko
Batam24.com | Batam – PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau kembali mengintensifkan edukasi keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman. Kali ini, perusahaan mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak membonceng anak di bagian depan sepeda motor karena berisiko tinggi mengganggu kendali kendaraan serta meningkatkan potensi cedera apabila terjadi pengereman mendadak maupun kecelakaan.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Capella Honda Kepri dalam membangun budaya keselamatan berkendara di tengah masyarakat. Melalui kampanye #Cari_Aman, perusahaan tidak hanya mengajak masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab setiap pengendara, terutama ketika membawa anak sebagai penumpang.
Safety Riding Instructor Main Dealer Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, mengatakan hingga kini masih banyak orang tua yang menempatkan anak di bagian depan sepeda motor dengan alasan lebih praktis atau agar anak dapat menikmati perjalanan. Padahal, kebiasaan tersebut justru memiliki risiko yang sangat besar.
"Posisi anak di depan pengendara dapat mengganggu ruang gerak saat mengendalikan sepeda motor. Selain itu, anak berpotensi terbentur ke setang atau bodi kendaraan ketika terjadi pengereman mendadak, bahkan dapat menghalangi pandangan pengendara sehingga meningkatkan risiko kecelakaan," ujar Christofer.
Menurutnya, keselamatan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Karena itu, orang tua perlu memahami tata cara membawa anak menggunakan sepeda motor dengan benar agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Christofer menjelaskan terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum membawa anak berkendara menggunakan sepeda motor. Pertama, anak wajib menggunakan helm berstandar SNI dengan ukuran yang sesuai agar mampu memberikan perlindungan maksimal apabila terjadi benturan.
Kedua, anak harus duduk di kursi belakang dengan posisi tegak, menempel pada tubuh pengendara, serta mampu berpegangan dengan baik sehingga keseimbangan tetap terjaga selama perjalanan berlangsung.
Ketiga, orang tua perlu memastikan kondisi fisik anak sudah cukup siap menjadi pembonceng. Kaki anak harus dapat menjangkau pijakan kaki sepeda motor, sedangkan tangannya mampu memegang pengendara dengan kuat. Sebagai perlindungan tambahan, orang tua juga dapat memanfaatkan sabuk pembonceng khusus anak.
Selanjutnya, pengendara diimbau menghindari akselerasi maupun pengereman secara mendadak. Anak-anak umumnya belum memiliki kemampuan menjaga keseimbangan seperti orang dewasa sehingga perubahan kecepatan secara tiba-tiba dapat menyebabkan mereka kehilangan keseimbangan dan berisiko terjatuh.
Selain itu, pengendara juga harus menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan arus lalu lintas, menghindari manuver berbahaya, serta selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Tidak kalah penting, durasi perjalanan juga perlu diperhatikan. Untuk perjalanan yang cukup jauh, pengendara dianjurkan berhenti sejenak agar anak dapat beristirahat dan tidak mengalami kelelahan. Orang tua juga disarankan terus berkomunikasi dengan anak selama perjalanan guna memastikan kondisi mereka tetap nyaman, tidak mengantuk, haus, atau menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Christofer menegaskan bahwa keselamatan anak tidak hanya bergantung pada penggunaan perlengkapan berkendara, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap dan perilaku pengendara di jalan raya.
"Saat membawa anak, tanggung jawab kita menjadi lebih besar. Karena itu, selalu terapkan budaya #Cari_Aman, patuhi seluruh peraturan lalu lintas, dan utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan," tegasnya.
Sementara itu, Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Duri Yanto, mengatakan edukasi keselamatan berkendara memiliki manfaat besar dalam membangun kesadaran masyarakat sejak dini. Menurutnya, keselamatan bukan sekadar kewajiban mematuhi aturan, melainkan menjadi investasi untuk melindungi seluruh anggota keluarga dari risiko kecelakaan lalu lintas.
"Edukasi keselamatan bukan hanya tentang mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kebiasaan positif yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga. Anak-anak merupakan generasi penerus yang harus dijaga keselamatannya sejak dini," ujar Duri Yanto.
Ia menambahkan, tujuan utama kampanye #Cari_Aman adalah membentuk budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab di kalangan masyarakat. Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan anak-anak sebagai penumpang sepeda motor, dapat ditekan secara signifikan.
Selain memberikan pemahaman mengenai teknik berkendara yang aman, kampanye ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan, disiplin berlalu lintas, serta membangun karakter pengendara yang lebih bertanggung jawab.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Main Dealer Capella Honda Kepri akan terus menghadirkan berbagai kegiatan edukasi keselamatan melalui kampanye #Cari_Aman, baik melalui pelatihan safety riding, sosialisasi ke sekolah-sekolah, komunitas sepeda motor, perusahaan, maupun berbagai kegiatan sosial lainnya.
Dengan edukasi yang berkesinambungan, Capella Honda Kepri berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Menerapkan cara berkendara yang benar dan mengutamakan keselamatan anak merupakan langkah sederhana yang mampu menyelamatkan nyawa serta menciptakan budaya lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan. (Rara)

