Investasi Batam Semester I 2026 Tembus Rp38,97 Triliun, Serap 40.943 Tenaga Kerja

Investasi Batam Semester I 2026 Tembus Rp38,97 Triliun, Serap 40.943 Tenaga Kerja
Kantor BP Batam



BATAM, Batam24.com – Kinerja investasi Kota Batam menunjukkan pertumbuhan kuat sepanjang paruh pertama 2026. Berdasarkan pemantauan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan metode bottom-up, realisasi investasi hingga Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun.

Angka tersebut setara 55,67 persen dari target investasi Batam tahun 2026 sebesar Rp70 triliun. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun atau 42,70 persen dari target tahunan.

Perbedaan kedua angka tersebut berasal dari basis pengukuran yang berbeda. Data LKPM berasal dari laporan kegiatan penanaman modal perusahaan, sedangkan BP Batam juga melakukan pemantauan investasi melalui pendekatan bottom-up untuk melihat realisasi aktivitas investasi secara lebih luas.

Investasi Berdasarkan LKPM Tumbuh 27,31 Persen

Berdasarkan LKPM, investasi Batam Semester I 2026 sebesar Rp29,89 triliun terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

Dibandingkan Semester I 2025, angka tersebut tumbuh 27,31 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara berdasarkan metode bottom-up, investasi Rp38,97 triliun terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar, dengan pertumbuhan 36,03 persen secara tahunan.

Jika menggunakan basis LKPM agar perbandingannya setara, pertumbuhan investasi Batam sebesar 27,31 persen tercatat sekitar 3,8 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional Semester I 2026 yang berada di angka 7,2 persen secara tahunan.

Pada Triwulan I 2026, kinerja investasi Batam bahkan sempat melonjak 102,85 persen secara tahunan dengan realisasi Rp17,48 triliun. Memasuki Triwulan II, terdapat tambahan investasi berbasis LKPM sebesar Rp12,41 triliun sehingga total Semester I menjadi Rp29,89 triliun.

Penyerapan Tenaga Kerja Naik 32,16 Persen

Pertumbuhan investasi juga diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja.

BP Batam mencatat jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Dengan demikian terdapat tambahan sekitar 9.964 tenaga kerja, atau meningkat 32,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai capaian tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam semakin kuat. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan investasi benar-benar terealisasi, membuka lapangan pekerjaan dan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan dan kepastian bagi dunia usaha.

Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat.

BP Batam, lanjut Li Claudia, ingin memastikan berbagai hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat dan terukur sehingga investor tidak hanya masuk ke Batam, tetapi juga nyaman melakukan ekspansi.

Batam Bidik Industri Teknologi Tinggi

Ke depan, arah investasi Batam juga mulai bergeser menuju industri yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menyebut sejumlah sektor yang terus didorong antara lain manufaktur berteknologi tinggi, pusat data atau data center, kecerdasan buatan (AI), energi, logistik dan industri hilir.

Pengembangan sektor-sektor tersebut penting karena Batam tidak lagi hanya bersaing sebagai kawasan manufaktur konvensional, tetapi juga berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat investasi strategis Indonesia yang berhadapan langsung dengan kawasan ekonomi Singapura dan Malaysia.

Masih Butuh Rp31,03 Triliun untuk Capai Target

Dengan realisasi bottom-up Rp38,97 triliun, Batam masih membutuhkan sekitar Rp31,03 triliun investasi pada Semester II 2026 untuk mencapai target Rp70 triliun.

Artinya, secara rata-rata dibutuhkan tambahan investasi sekitar Rp5,17 triliun per bulan selama enam bulan terakhir tahun ini.

Capaian 55,67 persen pada pertengahan tahun memberi ruang bagi BP Batam untuk mengejar target tersebut. Namun tantangannya bukan hanya mengejar besarnya nilai investasi.

Pemerintah dan BP Batam juga perlu memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas, melibatkan industri lokal serta tidak menimbulkan tekanan baru terhadap infrastruktur dan pelayanan publik.

Dengan posisi strategis Batam yang berdekatan dengan Singapura, ditambah berkembangnya sektor manufaktur teknologi tinggi, pusat data, logistik dan ekonomi digital, kualitas ekosistem investasi akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan apakah momentum pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan hingga akhir 2026.

Sumber: BP Batam dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

(Ibnu)