Bareskrim Segel Aset Diduga Terkait Basri di Punggur, Restoran Teluk Lengung hingga Rumah Dipolice Line

Bareskrim Segel Aset Diduga Terkait Basri di Punggur, Restoran Teluk Lengung hingga Rumah Dipolice Line
Gambar Citra Satelit Teluk Lengung



BATAM, Batam24.com – Pengembangan kasus dugaan peredaran narkotika di jaringan tempat hiburan malam Planet Batam kini merambah sejumlah aset di kawasan Punggur, Kota Batam. Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri memasang garis polisi pada aset yang dikaitkan dengan Basri Lewaimang, tersangka yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyebut salah satu aset yang telah dipasangi police line adalah bangunan Restoran Teluk Lengung, Punggur. Selain itu, terdapat sebuah rumah di Kavling Danau Indah Punggur, Gang Akasia 2 yang ikut masuk dalam daftar aset yang ditelusuri penyidik.

Ada Pelabuhan dan Kapal di Kawasan Teluk Lengung

Laporan media lokal dari lokasi menyebut kawasan Teluk Lengung yang dipasangi garis polisi memiliki sejumlah fasilitas, termasuk bangunan restoran, area yang disebut sebagai pelabuhan pribadi serta kapal yang berada di lokasi.

Sementara di lokasi lain di kawasan Danau Indah Punggur, sebuah rumah bertingkat juga terlihat telah dipasangi garis polisi pada pagar dan akses masuknya.

Penindakan terhadap aset tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan terhadap Basri Lewaimang. Bareskrim sebelumnya menetapkan Basri sebagai DPO melalui surat bernomor DPO/134/VIII/2026/Dittipidnarkoba.

Bareskrim Bidik TPPU

Penyidikan perkara ini kini tidak berhenti pada tindak pidana narkotika. Bareskrim juga mulai menelusuri dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan aset yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana.

Secara keseluruhan, polisi mengungkap telah memasang garis polisi terhadap 12 kendaraan, dua kapal, sejumlah rumah, ruko, apartemen hingga bangunan restoran yang dikaitkan dengan Basri. Aset-aset tersebut selanjutnya akan diproses dalam penyidikan TPPU dengan tindak pidana asal narkotika.

Pengembangan kasus ini masih berlangsung. Bareskrim juga terus memburu keberadaan Basri sambil menelusuri aliran dana dan aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

(Redaksi)