Terminal Jodoh Dinilai Seperti “Terminal Horor”, Ketua BM PAN Batam Desak Wali Kota Segera Renovasi
BATAM – Kondisi Terminal Jodoh, Kota Batam, mendapat sorotan. Fasilitas transportasi publik yang berada di salah satu kawasan paling strategis di Batam tersebut dinilai sudah kurang layak dan membutuhkan pembenahan serius dari Pemerintah Kota Batam.
Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Batam, Muhamad Ibnuh, meminta Wali Kota Batam segera melakukan renovasi dan penataan menyeluruh terhadap Terminal Jodoh.
Menurutnya, keberadaan terminal tersebut seharusnya menjadi salah satu wajah transportasi publik Kota Batam, khususnya karena berada di kawasan Jodoh yang memiliki aktivitas perdagangan, jasa dan pariwisata cukup tinggi.
“Kalau melihat kondisinya saat ini, saya sampai menyebutnya seperti terminal horor. Ini berada di tengah kota dan kawasan yang sangat strategis. Seharusnya fasilitas publik seperti ini mendapat perhatian serius,” kata Muhamad Ibnuh di Batam, Jumat (21/8/2026).
Ia meminta Pemerintah Kota Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan dan proyek-proyek besar, tetapi juga memperhatikan kualitas fasilitas umum yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Terminal Jodoh hingga saat ini masih mempunyai fungsi penting dalam jaringan transportasi umum Batam. Salah satunya menjadi titik awal maupun titik persinggahan sejumlah layanan Trans Batam. Rute Jodoh–Batam Center, misalnya, masih tercatat beroperasi dan berangkat dari Transfer Point Terminal Jodoh.
Kawasan Jodoh Punya Nilai Strategis
Muhamad Ibnuh menilai pembenahan Terminal Jodoh menjadi semakin penting karena lokasinya berdekatan dengan kawasan Tanjung Pantun dan pusat aktivitas Jodoh-Nagoya.
Kawasan sekitar terminal juga terhubung dengan berbagai pusat perdagangan, kuliner, hotel serta kawasan pelabuhan internasional Harbour Bay. BP Batam mencatat Harbour Bay berada dekat dengan kawasan bisnis Nagoya dan Jodoh serta melayani perjalanan internasional menuju Singapura dan Malaysia.
Menurut Ibnuh, kondisi tersebut seharusnya menjadi modal besar bagi Pemerintah Kota Batam untuk mengembangkan Jodoh sebagai kawasan yang lebih ramah terhadap wisatawan.
“Dari Terminal Jodoh kita langsung berhadapan dengan kawasan Tanjung Pantun dan kawasan perdagangan Jodoh. Ini tempat yang sangat strategis bagi masyarakat maupun wisatawan. Jangan sampai orang datang ke kawasan pusat kota tetapi fasilitas terminalnya justru memberikan kesan tidak terawat,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan terminal tidak harus sekadar memperbaiki bangunan lama. Pemko Batam dapat membuat konsep baru yang mengintegrasikan terminal dengan trotoar, kawasan pedestrian, pusat UMKM, pusat informasi wisata, halte transportasi umum serta kawasan perdagangan di sekitarnya.
Minta Batam Belajar dari Singapura
Ibnuh juga meminta Pemerintah Kota Batam berani mempelajari penataan kawasan publik di Singapura.
Menurutnya, kedekatan geografis Batam dengan Singapura seharusnya tidak hanya dilihat sebagai keuntungan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi kesempatan mempelajari bagaimana sebuah kota menata fasilitas publik dan kawasan wisatanya.
Salah satu contoh yang disebutnya adalah kawasan Bugis di Singapura, yang berkembang sebagai kawasan perdagangan dan tujuan wisata dengan konektivitas serta ruang publik yang tertata.
“Wali Kota Batam perlu belajar dari Singapura bagaimana menata kota dan fasilitas publik. Lihat bagaimana kawasan seperti Bugis Street ditata. Kita tidak harus meniru semuanya, tetapi konsep penataan, kebersihan, kenyamanan, pedestrian dan konektivitas transportasinya bisa menjadi pelajaran untuk Batam,” katanya.
Menurut Ibnuh, apabila Terminal Jodoh ditata dengan baik, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu simpul transportasi sekaligus gerbang menuju kawasan perdagangan dan wisata Jodoh.
Ia membayangkan terminal yang bersih, terang, aman dan modern, dengan tempat menunggu yang nyaman, informasi perjalanan yang jelas serta akses pedestrian yang terhubung dengan kawasan Tanjung Pantun dan pusat perdagangan sekitar.
Jangan Biarkan Terminal di Pusat Kota Tertinggal
Dalam dokumen perencanaan Dinas Perhubungan Kota Batam, Terminal Jodoh telah lama menjadi bagian dari jaringan Trans Batam. Rute Sekupang–Jodoh, Jodoh–Batam Center dan sejumlah layanan menuju kawasan Jodoh memperlihatkan pentingnya kawasan tersebut sebagai salah satu simpul transportasi darat Batam.
Karena itu, Ibnuh menilai renovasi Terminal Jodoh seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari agenda penataan pusat kota, bukan sekadar proyek perbaikan bangunan.
“Saya meminta kepada Wali Kota Batam agar secepatnya membangun dan membenahi Terminal Jodoh. Buat terminal yang benar-benar layak, modern dan nyaman. Kalau Batam ingin menjadi kota pariwisata dan kota internasional, fasilitas umumnya juga harus menunjukkan standar sebuah kota internasional,” tegasnya.
Ia berharap penataan tersebut nantinya juga melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta instansi terkait lainnya sehingga pembangunan terminal dapat sekaligus menjadi proyek penataan kawasan Jodoh secara menyeluruh.
Menurutnya, pembangunan fasilitas publik yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan kepada pengguna transportasi, tetapi juga dapat memperbaiki citra kawasan dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
(Redaksi/ibnuh)