BNN Bongkar 2,6 Ton Sabu Cair di MV Ocean Porter, 10 WNA Myanmar Diamankan, Jejak Sarawak Didalami
BATAM – Pengungkapan kasus kapal MV Ocean Porter terus menjadi perhatian setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau menemukan sekitar 2,6 ton methamphetamine cair atau sabu cair di dalam kapal berbendera Tanzania tersebut.
Kapal MV Ocean Porter diamankan tim gabungan di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau, pada Senin, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 18.15 WIB. Kapal selanjutnya ditarik menuju Pelabuhan Pangkalan Bea Cukai Karimun, Kepulauan Riau, untuk menjalani pemeriksaan mendalam.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan operasi tersebut berawal dari informasi intelijen mengenai dugaan pengangkutan narkotika dari Sarawak, Malaysia, menuju perairan Indonesia.
BNN kemudian membentuk tim gabungan bersama Bea Cukai dan Polda Kepri untuk melakukan pencegatan terhadap kapal tersebut.
2,6 Ton Sabu Cair Ditemukan dalam Drum dan Tangki Air
Pemeriksaan MV Ocean Porter dilakukan menggunakan sejumlah peralatan, mulai dari anjing pelacak K9, backscatter, TruNarc hingga narkotest.
Dari pemeriksaan itu, petugas menemukan cairan methamphetamine yang disimpan di dalam delapan drum serta tangki air kapal.
BNN menyatakan jumlah narkotika yang ditemukan mencapai sekitar 2,6 ton methamphetamine cair, yang masuk kategori narkotika Golongan I.
Temuan tersebut menjadikan pengungkapan MV Ocean Porter sebagai salah satu penyitaan narkotika terbesar di Indonesia sepanjang 2026. Associated Press juga melaporkan kapal tersebut diduga membawa narkotika dari Sarawak menuju wilayah Indonesia.
10 WNA Myanmar Diamankan
Petugas turut mengamankan 10 orang awak kapal, seluruhnya diketahui merupakan warga negara Myanmar.
Hingga perkembangan terbaru yang diperoleh Batam24.com, BNN dan aparat terkait masih melakukan pemeriksaan terhadap awak kapal untuk mendalami peran masing-masing serta jaringan yang berada di balik pengiriman narkotika tersebut.
Belum terdapat keterangan resmi yang mengumumkan identitas 10 awak kapal itu maupun siapa di antara mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Identitas pengendali, pemilik barang, penerima di Indonesia dan tujuan akhir muatan narkotika juga masih menjadi bagian dari penyidikan.
MV Ocean Porter Diduga Pernah Bernama MV Rain Maker
Penyidik juga menemukan dugaan perubahan identitas kapal.
MV Ocean Porter yang saat diamankan berlayar menggunakan bendera Tanzania diketahui berdasarkan pemeriksaan awal sebelumnya bernama MV Rain Maker. Perubahan identitas tersebut kini ikut didalami aparat dalam menelusuri perjalanan dan jaringan di balik kapal tersebut.
Penggunaan nama kapal berbeda diduga menjadi salah satu cara untuk menghindari pengawasan aparat dalam perjalanan lintas negara.
Jutaan Batang Rokok Ilegal Ikut Ditemukan
Penggeledahan kapal tidak hanya menemukan narkotika.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepulauan Riau Sodikin menyebut petugas juga menemukan satu kontainer berukuran 40 kaki berisi 157 kotak atau bal rokok polos tanpa pita cukai yang diduga berasal dari China.
Sejumlah laporan menyebut jumlah keseluruhan muatan tersebut mencapai sekitar 1,57 juta batang rokok ilegal.
Muatan rokok tersebut masih diperiksa untuk menelusuri asal, kepemilikan serta pihak yang akan menerima barang.
Jejak Jaringan Internasional Masih Didalami
Informasi intelijen yang menjadi awal operasi menunjukkan jalur kapal berkaitan dengan Sarawak, Malaysia, menuju wilayah Indonesia.
Namun hingga Jumat, 21 Agustus 2026, aparat belum mengumumkan secara terbuka siapa pemilik 2,6 ton sabu cair tersebut, siapa pengendalinya, titik penyerahan akhir di Indonesia maupun pihak yang akan menerima barang.
Karena itu, penyidikan terhadap MV Ocean Porter, 10 awak kapal serta seluruh dokumen dan muatannya menjadi kunci untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di balik penyelundupan tersebut.
BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri menyatakan pengembangan kasus masih dilakukan untuk membongkar jaringan penyelundupan narkotika yang terlibat.
Batam24.com akan terus memperbarui perkembangan kasus MV Ocean Porter apabila aparat mengumumkan tersangka, jaringan pengendali, asal dan tujuan akhir narkotika serta hasil penyidikan terbaru.
(Redaksi)