Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Bijak Bermedia Sosial dan Siap Hadapi Era AI

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Bijak Bermedia Sosial dan Siap Hadapi Era AI
Foto: Istimewa



MEDAN, Batam24.com – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan produktif. Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026.

Mengusung tema “Satu Klik, Sejuta Dampak”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami besarnya peran generasi muda di tengah perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Kapolri menilai kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan. Kondisi itu menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus kesiapan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Penguasaan ilmu pengetahuan perlu diimbangi dengan karakter, integritas, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kapolri juga mendorong mahasiswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perkembangan zaman yang terus berubah membuat kemampuan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi menjadi hal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Di sisi lain, perkembangan ruang digital juga menghadirkan sejumlah tantangan. Tingginya penggunaan media sosial belum selalu diikuti kemampuan literasi digital yang memadai. Masyarakat masih menghadapi berbagai ancaman seperti hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing hingga kejahatan siber lainnya.

Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pengguna yang kritis dan bertanggung jawab. Generasi muda juga didorong ikut menjaga ruang digital dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menangkal provokasi, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Peran mahasiswa, lanjutnya, juga tidak berhenti di dunia digital. Di lingkungan kampus, mahasiswa memiliki tanggung jawab menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi.

Sementara ketika berada di tengah masyarakat, pemuda diharapkan mampu menjadi agen perubahan. Mereka dapat mengambil bagian dalam pembangunan sesuai bidang keilmuan masing-masing, mendorong kemajuan masyarakat, sekaligus mengembangkan kewirausahaan yang berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan.

Pesan tersebut semakin relevan dengan proyeksi Indonesia menghadapi momentum bonus demografi pada 2030–2035. Kapolri menekankan bahwa pendidikan berkualitas, peningkatan keterampilan dan tersedianya lapangan kerja menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Mahasiswa pun dipandang bukan hanya sebagai calon tenaga kerja, tetapi sebagai generasi yang dipersiapkan untuk mengambil peran kepemimpinan di masa mendatang. Untuk itu, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan integritas, kemampuan beradaptasi, kreativitas dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” pesan Kapolri.

Masa depan Indonesia tidak dibangun secara instan. Proses tersebut dimulai dari ruang pendidikan, lingkungan masyarakat hingga ruang digital. Di setiap ruang tersebut, generasi muda memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, membangun kolaborasi dan memberikan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045. (Rara)