Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap Akhir 2025 Mulai Cair Serentak Lewat KKS

"Kabar gembira! Bansos PKH dan BPNT tahap akhir Desember 2025 mulai cair serentak melalui KKS. Simak cara cek nama penerima dan besaran bantuan yang diterima di sini."

Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap Akhir 2025 Mulai Cair Serentak Lewat KKS
"Ilustrasi mata uang Rupiah. Penyaluran bantuan sosial tahap akhir tahun 2025 diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia."




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tahap terakhir di bulan Desember 2025. Langkah ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru 2026.

Penyaluran Lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

Berdasarkan pantauan di berbagai daerah, saldo bantuan mulai masuk secara bertahap ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di bank-bank himpunan milik negara (Himbara) seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.

Pencairan kali ini mencakup dua jenis bantuan utama:

  • PKH (Program Keluarga Harapan): Besaran bantuan bervariasi tergantung komponen keluarga (anak sekolah, lansia, ibu hamil, atau disabilitas).

  • BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai): Sebesar Rp200.000 hingga Rp400.000 per bulan yang dirapel untuk alokasi akhir tahun.

Mekanisme Pengecekan

Pemerintah mengimbau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk melakukan pengecekan secara mandiri guna menghindari antrean panjang di ATM atau agen bank. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi situs resmi [tautan mencurigakan telah dihapus].

  2. Masukkan wilayah domisili (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa).

  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.

  4. Isi kode verifikasi yang muncul di layar, lalu klik "Cari Data".

Himbauan Pemerintah

Menteri Sosial mengingatkan agar dana bantuan ini digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan dan biaya pendidikan, serta melarang keras penggunaan dana bansos untuk membeli rokok atau judi online.

Bagi KPM yang hingga saat ini saldonya masih nol, diharapkan bersabar karena proses transfer dilakukan melalui sistem perbankan secara bergelombang (termin). Jika terdapat kendala administrasi, warga disarankan segera melapor ke pendamping sosial di desa masing-masing.

(Dykha)