Indonesia Pertimbangkan Mandat Bioetanol 10% untuk Bahan Bakar, Dorong Energi Hijau
Pemerintah Indonesia mempertimbangkan mandat 10% bioetanol dalam bahan bakar bensin sebagai upaya transisi energi hijau dan pengurangan ketergantungan impor fosil. Mendapat dukungan Presiden dan Pertamina.
Batam24.com | Jakarta — Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan kebijakan untuk mewajibkan penggunaan 10% bioetanol dalam bensin, sebagai bagian dari strategi transisi energi hijau.
Langkah ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon.
Presiden Prabowo Subianto disebut mendukung penuh rencana tersebut.
Sementara itu, perusahaan milik negara Pertamina menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan campuran bioetanol ini.
Meski punya potensi besar, implementasi kebijakan ini menghadapi tantangan karena pasokan bioetanol domestik saat ini masih terbatas. Kapasitas produksi belum sepenuhnya dimanfaatkan.
(Dykha)





