Kabid Humas Polda Kepri Ikuti Dialog Penguatan Internal Polri, Perkuat Strategi Komunikasi Publik di Era Digital
JAKARTA, Batam24.com – Penguatan komunikasi publik menjadi salah satu perhatian penting Polri dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan dinamika opini masyarakat di ruang digital. Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam Dialog Penguatan Internal Polri Ke-4 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Divisi Humas Polri di Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).
Kegiatan bertema “Polisi Bersama Masyarakat, Merawat Ruang Informasi Publik di Era Digital” tersebut dihadiri Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., bersama jajaran Kabid Humas Polda se-Indonesia.
Dialog yang berlangsung secara hybrid itu juga diikuti PPID satuan kerja Mabes Polri, para Kapolres jajaran, serta peserta didik dari sejumlah lembaga pendidikan Polri.
Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi sekaligus penguatan kapasitas jajaran Humas Polri dalam membangun pola komunikasi yang lebih terbuka, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat.
Dalam sambutan Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir yang dibacakan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, ditegaskan bahwa peran Humas Polri saat ini tidak cukup hanya menyampaikan informasi dan mempublikasikan aktivitas institusi.
Lebih dari itu, Humas dituntut mampu membangun komunikasi dua arah, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memahami berbagai kritik dan harapan publik terhadap institusi kepolisian.
Menurut pesan Kadivhumas, kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun hanya dengan menyampaikan narasi positif. Kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui keselarasan antara informasi yang disampaikan, tindakan nyata kepolisian, dan pengalaman yang dirasakan masyarakat.
Tantangan tersebut semakin besar seiring meningkatnya penggunaan internet dan maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar.
Berdasarkan survei APJII tahun 2026, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 81,7 persen atau sekitar 235,26 juta pengguna. Angka tersebut menunjukkan besarnya ruang digital yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, jajaran Humas Polri didorong untuk meningkatkan kemampuan digital, memanfaatkan analisis data, melakukan deteksi dini terhadap perkembangan isu, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan mudah dipahami publik.
Dalam dialog tersebut, panitia menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi komunikasi digital, yakni Margareta Manalu, M.Si., Dosen Komunikasi Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia; Rizal Nova Mujahid, Lead Analyst Drone Emprit; serta Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum., Akademisi dan Pengamat Sosial Universitas Indonesia.
Ketiga narasumber mengulas pentingnya kolaborasi antara polisi dan masyarakat dalam menjaga ruang informasi publik. Pembahasan juga menyoroti bagaimana kritik warganet, emosi, serta pengalaman masyarakat dapat memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap institusi kepolisian.
Melalui dialog tersebut, Humas Polri diharapkan semakin mampu menyesuaikan strategi komunikasi dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat keterbukaan informasi dan kemitraan bersama media massa, akademisi, komunitas digital, serta berbagai elemen masyarakat.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi landasan bahwa masyarakat bukan sekadar penerima informasi, melainkan juga mitra dalam memberikan masukan dan mendorong perbaikan institusi Polri.
Kehadiran Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan strategi komunikasi publik antara Mabes Polri dan jajaran kewilayahan.
Dengan penguatan tersebut, penyampaian informasi kepolisian di wilayah Kepulauan Riau diharapkan semakin transparan, cepat, dan responsif terhadap perkembangan serta kebutuhan masyarakat.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian maupun ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang tersedia selama 24 jam dan bebas pulsa.
Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan tercipta ruang informasi publik yang sehat, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap institusi Polri.
(Rara)

