Blackout Lumpuhkan Listrik dan Air Bersih di Batam, PIKI Kepri Desak Evaluasi Total dan Kompensasi Warga

Blackout Lumpuhkan Listrik dan Air Bersih di Batam, PIKI Kepri Desak Evaluasi Total dan Kompensasi Warga
Foto: Istimewa



BATAM24.COM, BATAM – Pemadaman listrik secara luas yang melanda Kota Batam hingga mengganggu distribusi air bersih menuai kritik dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Kepulauan Riau. Organisasi tersebut meminta pihak terkait tidak sekadar menyampaikan permohonan maaf, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keandalan pelayanan publik.

Wakil Ketua PIKI Kepri, Sarti R. Pongsitanan, menilai peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga hingga kegiatan ekonomi dan usaha.

Menurutnya, listrik dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin ketersediaannya. Ketika kedua layanan tersebut terganggu secara bersamaan, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

"Kami memahami bahwa gangguan teknis dapat terjadi. Namun, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan, penanganan yang cepat, serta jaminan bahwa kejadian serupa tidak dibiarkan berulang tanpa evaluasi yang menyeluruh," ujar Sarti dalam pernyataan tertulisnya.

PIKI Kepri berpandangan bahwa gangguan listrik yang berdampak pada terhentinya pasokan air bersih menunjukkan pentingnya kesiapan sistem pelayanan publik dalam menghadapi kondisi darurat.

Terlebih, Batam merupakan salah satu kawasan industri dan perdagangan yang sangat bergantung pada kestabilan pasokan energi dan ketersediaan air bersih.

PIKI Kepri Sampaikan Lima Tuntutan

Menyikapi kejadian tersebut, PIKI Kepri meminta PLN Batam, BP Batam, serta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Pertama, pihak penyelenggara layanan diminta menjelaskan secara terbuka penyebab pemadaman listrik berdasarkan hasil pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, PIKI mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan distribusi air bersih, termasuk kesiapan fasilitas cadangan untuk mengantisipasi gangguan dalam skala besar.

Ketiga, pemerintah dan penyedia layanan diharapkan memberikan perhatian terhadap masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan serta pelaku usaha kecil yang kehilangan kesempatan menjalankan aktivitas ekonomi selama pemadaman berlangsung.

Keempat, PIKI Kepri meminta adanya kejelasan mengenai hak pelanggan untuk memperoleh kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat.

Kelima, pihak terkait didesak menyusun rencana perbaikan pelayanan secara terukur, disertai target waktu pelaksanaan dan keterbukaan informasi agar perkembangannya dapat diawasi publik.

Masyarakat Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Permintaan Maaf

Sarti menegaskan bahwa kritik yang disampaikan organisasinya bukan bertujuan menyalahkan pihak tertentu. Sebaliknya, PIKI Kepri ingin memastikan seluruh lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelayanan dasar masyarakat menjalankan tugasnya secara maksimal.

"Kritik ini bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan untuk memastikan bahwa setiap pihak menjalankan tanggung jawabnya dan masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak tanpa kejelasan," tegasnya.

Ia menilai transparansi dan akuntabilitas merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pelayanan publik.

Gangguan teknis, menurut PIKI Kepri, memang tidak selalu dapat dihindari. Namun, kesiapan menghadapi gangguan, kecepatan pemulihan, serta keterbukaan informasi menjadi ukuran penting kualitas pelayanan.

PIKI Kepri juga memandang sikap kritis terhadap persoalan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan panggilan iman insan intelektual Kristen untuk memperjuangkan keadilan serta menghadirkan solusi bagi kepentingan bersama.

Blackout Harus Jadi Momentum Pembenahan

PIKI Kepri berharap pemadaman listrik yang berdampak pada pasokan air bersih tersebut menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki sistem pelayanan dasar di Batam.

Sebagai kota industri, perdagangan, dan investasi, Batam membutuhkan infrastruktur kelistrikan dan air bersih yang mampu mendukung aktivitas masyarakat maupun dunia usaha secara berkelanjutan.

Keandalan kedua layanan tersebut dinilai bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan warga, tetapi juga menyangkut produktivitas ekonomi dan kepercayaan terhadap kualitas infrastruktur daerah.

Karena itu, PIKI Kepri menekankan pentingnya langkah perbaikan yang nyata, bukan sekadar penyelesaian sementara ketika gangguan terjadi.

Organisasi tersebut berharap PLN Batam, BP Batam, dan pemerintah terkait dapat memberikan penjelasan sekaligus memastikan adanya pembenahan agar masyarakat tidak kembali menghadapi persoalan serupa tanpa kepastian penanganan.

(Redaksi)