Terminal Jodoh Disebut “Horor”, Ketua BM PAN Batam: Sampai Hari Ini Wali Kota Belum Menanggapi

Terminal Jodoh Disebut “Horor”, Ketua BM PAN Batam: Sampai Hari Ini Wali Kota Belum Menanggapi
Kondisi Terminal Jodoh Batam yang masih aktif digunakan namun dinilai membutuhkan revitalisasi fasilitas publik.



BATAM24.COM, BATAM – Kondisi Terminal Jodoh kembali mendapat sorotan. Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Batam, Muhamad Ibnuh, kembali meminta Pemerintah Kota Batam segera melakukan revitalisasi terhadap terminal yang berada di salah satu kawasan strategis Kota Batam tersebut.

Sebelumnya, Ibnuh menyebut kondisi Terminal Jodoh seperti “terminal horor” karena dinilai belum mencerminkan fasilitas transportasi publik yang layak di tengah kota.

Kondisi Terminal Jodoh, Kota Batam, Senin (24/8/2026). Terminal masih digunakan sebagai tempat aktivitas armada Trans Batam, sementara kondisi fasilitas dan penataan kawasannya mendapat sorotan. Foto: Dokumentasi Batam24.com.

Kini, berdasarkan pantauan dan dokumentasi lapangan, Terminal Jodoh memang masih aktif digunakan. Sejumlah armada Trans Batam terlihat berada di kawasan terminal.

Namun kondisi fisik terminal dinilai masih membutuhkan pembenahan serius.

Bangunan terminal terlihat sederhana dan menua pada beberapa bagian. Sejumlah kanopi tempat menunggu penumpang tampak kusam, area terminal didominasi ruang terbuka beraspal, sementara fasilitas kenyamanan bagi penumpang terlihat masih sangat terbatas.

Pada beberapa titik juga terlihat sampah kecil dan area yang kurang tertata.

“Saya sudah menyampaikan sebelumnya bahwa Terminal Jodoh ini kondisinya memprihatinkan. Sampai hari ini belum ada tanggapan dari Wali Kota Batam mengenai kritik yang saya sampaikan,” kata Muhamad Ibnuh di Batam, Senin (24/8/2026).

Menurut Ibnuh, persoalannya bukan semata apakah terminal tersebut masih berfungsi atau tidak.

Terminal Jodoh masih digunakan masyarakat dan armada transportasi umum. Justru karena masih aktif, pemerintah dinilai perlu memberikan fasilitas yang lebih nyaman dan representatif.

“Bus Trans Batam masih masuk dan beroperasi di sini. Artinya terminal ini masih dibutuhkan masyarakat. Tetapi coba lihat kondisi fasilitasnya. Apakah seperti ini wajah terminal yang kita inginkan berada di pusat Kota Batam?” ujarnya.

“Pak Wali Kota, Datang dan Lihat Langsung”

Ibnuh menegaskan dirinya tidak membutuhkan jawaban pribadi dari Wali Kota Batam atas kritik tersebut.

Menurutnya, tanggapan terbaik justru berupa tindakan nyata untuk memperbaiki fasilitas publik.

“Saya tidak meminta Wali Kota menjawab saya secara pribadi. Tidak perlu menjawab BM PAN. Jawablah masyarakat dengan tindakan nyata. Pak Wali Kota, datang dan lihat langsung Terminal Jodoh,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi kondisi ruang tunggu, tempat duduk, kanopi, penerangan, kebersihan, toilet, pedestrian hingga penataan keseluruhan kawasan terminal.

Menurut Ibnuh, terminal seharusnya tidak sekadar menjadi tempat bus berhenti dan berangkat.

Terminal di kawasan pusat kota semestinya memberikan rasa nyaman, aman dan menjadi bagian dari wajah sebuah kota.

Jodoh Kawasan Strategis, Jangan Dibiarkan Tertinggal

Ibnuh juga menyoroti posisi Terminal Jodoh yang sangat strategis.

Tidak jauh dari terminal terdapat kawasan perdagangan Jodoh, Pasar Jodoh, pusat kuliner hingga kawasan Tanjung Pantun yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata belanja dan kuliner.

Karena itu, ia meminta Pemko Batam tidak melakukan penataan kawasan secara terpisah-pisah.

“Terminal Jodoh, Pasar Jodoh dan Tanjung Pantun harus dilihat sebagai satu kawasan. Kalau kawasan ini ditata dengan benar, saya yakin bisa menjadi salah satu pusat perdagangan dan wisata baru Kota Batam,” katanya.

Ibnuh sebelumnya juga mendorong agar kawasan Tanjung Pantun-Jodoh direvitalisasi dengan mengambil inspirasi dari kawasan Bugis Street di Singapura maupun Jalan Alor di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurutnya, Batam tidak harus meniru secara utuh, tetapi dapat mempelajari bagaimana kawasan perdagangan rakyat, kuliner, pedestrian dan transportasi publik diintegrasikan menjadi destinasi yang nyaman.

“Kita bicara Batam kota internasional, kota investasi dan kota pariwisata. Maka fasilitas publiknya juga harus naik kelas. Jangan sampai wisatawan melihat pembangunan Batam begitu besar, tetapi ketika masuk ke fasilitas publik di pusat kota justru kondisinya tertinggal,” ujarnya.

Minta Revitalisasi, Bukan Sekadar Cat Ulang

Ibnuh menegaskan revitalisasi Terminal Jodoh yang dimaksud bukan sekadar melakukan pengecatan ulang bangunan.

Ia meminta pemerintah membuat konsep terminal yang lebih modern dengan ruang tunggu nyaman, ventilasi yang baik, tempat duduk layak, toilet bersih, papan informasi digital, penerangan, fasilitas penyandang disabilitas hingga konektivitas pedestrian menuju kawasan Jodoh dan Tanjung Pantun.

“Jangan hanya dicat kemudian dianggap selesai. Kita membutuhkan revitalisasi yang benar-benar mengubah kualitas fasilitasnya. Buat Terminal Jodoh menjadi fasilitas publik yang pantas berada di tengah kota,” tegasnya.

Menurut Ibnuh, pembangunan Kota Batam tidak hanya dapat diukur dari jalan besar, gedung tinggi ataupun investasi yang masuk.

Kualitas fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari juga harus menjadi ukuran kemajuan sebuah kota.

“Kalau pemerintah merasa kondisi Terminal Jodoh hari ini sudah layak, silakan masyarakat melihat sendiri dan menilainya. Foto dan kondisi di lapangan sudah berbicara,” tutup Ibnuh.

Batam24.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Kota Batam maupun Dinas Perhubungan Kota Batam mengenai kondisi serta rencana revitalisasi Terminal Jodoh.

(Redaksi)