PERPADI Jadi Jembatan Pengusaha Penggilingan Padi, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Teknologi di INAGRITECH 2026

PERPADI Jadi Jembatan Pengusaha Penggilingan Padi, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Teknologi di INAGRITECH 2026
Foto Sekretaris Jenderal PERPADI, Burhanuddin, berbincang bersama Ketua DPD PERPADI Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul, S.H.




Batam24.com | Jakarta – Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) menegaskan komitmennya sebagai jembatan yang menghubungkan para pelaku usaha penggilingan padi dengan pemerintah, penyedia teknologi, hingga akses pasar dalam ajang INAGRITECH 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Keikutsertaan PERPADI dalam pameran teknologi pertanian berskala internasional tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan berbagai program pembinaan bagi pengusaha penggilingan padi di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal PERPADI, Burhanuddin, mengatakan masih banyak pelaku usaha yang belum memahami fungsi dan manfaat organisasi tersebut. Padahal, PERPADI dibentuk untuk menjadi wadah persatuan, pembinaan, perlindungan, serta pengembangan usaha bagi seluruh pengusaha penggilingan padi.

"PERPADI hadir sebagai jembatan antara pengusaha dengan pemerintah. Kami membantu menyampaikan informasi kebijakan, membuka akses terhadap teknologi terbaru, memberikan pendampingan usaha, hingga memperluas peluang pasar. Kami ingin seluruh pelaku usaha, baik yang sudah menjadi anggota maupun yang belum, dapat tumbuh bersama," ujar Burhanuddin.

Menurutnya, tantangan industri penggilingan padi saat ini semakin kompleks. Dengan sekitar 150 ribu unit penggilingan padi yang tersebar di Indonesia, persaingan memperoleh bahan baku gabah semakin tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional hingga fluktuasi harga beras di pasaran.

Melalui PERPADI, para pelaku usaha didorong untuk melakukan transformasi melalui program revitalisasi penggilingan padi. Program tersebut mencakup modernisasi mesin, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembenahan tata kelola usaha, hingga pemanfaatan teknologi yang lebih efisien.

Salah satu program yang menjadi fokus adalah migrasi penggunaan energi dari bahan bakar solar ke tenaga listrik. Burhanuddin menjelaskan, langkah tersebut mampu menekan biaya operasional hingga sekitar 50 persen sehingga dapat meningkatkan daya saing usaha sekaligus menjaga stabilitas harga beras.

Selain memberikan pendampingan teknis, PERPADI juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, PLN, lembaga keuangan, serta penyedia teknologi agar pelaku usaha lebih mudah memperoleh dukungan dalam pengembangan usahanya.

Sementara itu, Ketua DPD PERPADI Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul, S.H., menegaskan bahwa PERPADI memiliki peran penting sebagai penghubung antara para pengusaha penggilingan padi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kehadiran organisasi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi industri perberasan, khususnya di daerah.

"Melalui INAGRITECH 2026, para pengusaha mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan penyedia teknologi, pemerintah, serta mitra usaha. PERPADI menjadi jembatan agar setiap pelaku usaha, termasuk di Kepulauan Riau, memperoleh informasi, inovasi, dan peluang kerja sama yang dapat meningkatkan daya saing usaha mereka," ujar Syamsul, S.H.

Ia menjelaskan, sebagai wilayah kepulauan dengan keterbatasan lahan pertanian dan tingginya biaya logistik, Kepulauan Riau membutuhkan inovasi dalam pengolahan hasil panen serta penguatan manajemen rantai pasok beras agar ketahanan pangan tetap terjaga.

Syamsul menambahkan, DPD PERPADI Kepulauan Riau berkomitmen mengawal program revitalisasi penggilingan padi melalui modernisasi mesin, migrasi penggunaan energi listrik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan limbah sekam padi menjadi produk bernilai ekonomi.

"Sinergi antara pengusaha, pemerintah, dan penyedia teknologi harus terus diperkuat. Kami siap menjadi ujung tombak pelaksanaan program PERPADI di Kepulauan Riau demi mewujudkan industri penggilingan padi yang modern, efisien, berkelanjutan, dan mampu menopang ketahanan pangan daerah maupun nasional," tegasnya.

INAGRITECH 2026 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. H. Sudaryono, menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan penyedia teknologi guna memperkuat sektor pertanian nasional.

Selama pameran berlangsung hingga 31 Juli 2026, PERPADI juga menggelar berbagai forum diskusi, konsultasi usaha, dan pertemuan bisnis untuk memperluas kemitraan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran PERPADI sebagai jembatan bagi para pengusaha penggilingan padi dalam mendorong modernisasi industri, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkokoh ketahanan pangan nasional.

(Nita)