KAL Pintar Satrol Kodaeral IV Jadi Ruang Edukasi Maritim bagi Siswa TK Hang Tuah 3
BATAM, Batam24.com — Semangat menumbuhkan budaya literasi dan kecintaan terhadap dunia maritim dikenalkan sejak usia dini kepada anak-anak TK Hang Tuah 3 Belakang Padang. Puluhan siswa mendapat kesempatan mengunjungi KAL Pintar Satrol Kodaeral IV yang bersandar di Dermaga Belakang Padang, Kamis (10/9/2026).
KAL Pintar merupakan perpustakaan apung milik TNI Angkatan Laut yang dihadirkan sebagai sarana edukasi dan literasi bagi masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah pesisir.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal suasana kapal sekaligus melihat beragam koleksi buku yang tersedia. Anak-anak juga mengikuti kegiatan membaca bersama yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Suasana ceria terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap aktivitas dan menunjukkan rasa ingin tahu ketika diperkenalkan dengan berbagai bahan bacaan serta lingkungan kapal.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini. Melalui kegiatan membaca bersama, anak-anak didorong untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap lingkungan di sekitarnya.
Selain memperkenalkan literasi, keberadaan KAL Pintar juga menjadi media untuk mengenalkan dunia kemaritiman kepada generasi muda yang tinggal di kawasan pesisir.
Kodaeral IV melalui fasilitas KAL Pintar terus mendorong hadirnya ruang belajar alternatif yang kreatif dan menyenangkan bagi masyarakat. Kehadiran perpustakaan apung tersebut diharapkan dapat memberikan akses terhadap bahan bacaan sekaligus memperkuat budaya literasi di wilayah pesisir.
Bagi para siswa TK Hang Tuah 3 Belakang Padang, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga karena mereka dapat belajar, membaca, sekaligus mengenal lingkungan maritim secara langsung di atas kapal.
Langkah edukatif tersebut diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap membaca dan dunia bahari sejak usia dini, sehingga lahir generasi muda pesisir yang memiliki wawasan luas, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan maritim Indonesia. (Rara)
