Teknik Menikung Motor yang Aman, Posisi Tubuh Harus Disesuaikan dengan Kecepatan
BATAM, Batam24.com – Teknik menikung menjadi salah satu kemampuan penting yang harus dikuasai setiap pengendara sepeda motor. Selain mengatur kecepatan, posisi tubuh saat melewati tikungan juga perlu disesuaikan dengan kondisi jalan dan situasi lalu lintas.
Safety Riding Instructor Main Dealer Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, menjelaskan bahwa tidak ada satu posisi tubuh yang dapat digunakan untuk seluruh kondisi menikung. Teknik yang diterapkan harus menyesuaikan kecepatan kendaraan dan karakteristik manuver.
Menurut Christofer, saat sepeda motor menikung pada kecepatan tertentu, terdapat pengaruh gaya sentrifugal yang membuat kendaraan cenderung bergerak menjauhi pusat tikungan. Karena itu, pengendara perlu menjaga keseimbangan antara posisi tubuh dan kemiringan sepeda motor.
"Ketika menikung pada kecepatan tertentu, sepeda motor akan mendapat pengaruh gaya sentrifugal yang membuat kendaraan cenderung bergerak keluar dari arah tikungan. Pengendara perlu menyesuaikan posisi tubuh dan kendaraan agar tetap seimbang serta dapat mengikuti arah tikungan," ujar Christofer.
Kenali Perbedaan Lean In dan Lean Out
Christofer menerangkan terdapat perbedaan antara teknik Lean In The Bike dan Lean Out The Bike.
Pada kondisi tertentu dengan kecepatan lebih tinggi, pengendara dapat menerapkan Lean In The Bike. Dalam teknik ini, posisi tubuh pengendara dibuat lebih condong ke arah dalam tikungan dibandingkan kemiringan sepeda motor.
Sementara itu, Lean Out The Bike merupakan teknik ketika posisi tubuh pengendara cenderung berlawanan dengan arah tikungan. Teknik tersebut lebih relevan untuk kondisi manuver dengan kecepatan sangat rendah.
"Ketika berbelok pada kecepatan sangat rendah, misalnya sekitar 5 kilometer per jam atau di bawahnya, pengaruh putaran roda terhadap kestabilan kendaraan menjadi lebih kecil. Dalam kondisi tersebut, sepeda motor menjadi lebih sulit menjaga keseimbangan sehingga posisi tubuh dapat digunakan untuk membantu mempertahankan kendaraan agar tidak mudah tumbang," jelasnya.
Meski demikian, Christofer mengingatkan pengendara tidak menjadikan satu teknik sebagai patokan untuk seluruh situasi. Kondisi permukaan jalan, radius tikungan, kecepatan, hingga kepadatan lalu lintas harus menjadi pertimbangan sebelum melakukan manuver.
Jangan Terlalu Cepat Saat Masuk Tikungan
Selain posisi tubuh, pengendara juga disarankan mengontrol kecepatan sebelum memasuki tikungan. Kecepatan yang terlalu tinggi dapat membuat pengendara lebih sulit mengendalikan arah sepeda motor.
Pandangan mata juga memiliki peran penting. Pengendara sebaiknya melihat ke arah jalur yang dituju dan tidak hanya fokus pada area tepat di depan roda.
Teknik berkendara yang benar, kata Christofer, perlu dipahami melalui latihan yang aman dan sesuai kondisi. Kebiasaan yang sering terlihat di jalan maupun teknik yang beredar di media sosial belum tentu tepat untuk diterapkan dalam setiap situasi.
Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Duri Yanto, menambahkan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh penggunaan perlengkapan keselamatan.
"Keselamatan berkendara tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perlengkapan keselamatan, tetapi juga bagaimana pengendara memahami dan menerapkan teknik berkendara dengan tepat," katanya.
Edukasi safety riding dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan pengendara dalam menghadapi berbagai kondisi di jalan. Dengan memahami teknik menikung, mengatur kecepatan, menjaga pandangan, serta mempertahankan keseimbangan, risiko kehilangan kendali saat bermanuver dapat diminimalkan.
(Rara)
