“Dua Motor, Dua Warna, Satu Perjalanan: Cerita Weekend di Jalanan Batam”
BATAM, Batam24.com — Ada kalanya seorang jurnalis ingin menikmati jalan tanpa harus memikirkan berita apa yang harus ditulis setelahnya.
Setiap hari, jalanan menjadi bagian dari pekerjaan. Berangkat mengejar agenda, bertemu narasumber, mengambil dokumentasi, mengirim informasi ke redaksi, kemudian kembali mengejar kegiatan berikutnya. Begitu terus, sampai terkadang lupa bahwa perjalanan juga bisa dinikmati.
Minggu, 23 Agustus 2026, saya mencoba mengambil jeda sejenak.
Bersama seorang sahabat yang juga rekan sesama jurnalis, kami keluar menikmati suasana Batam menggunakan dua unit Honda Vario Evo 160.
Tidak ada agenda khusus. Tidak ada target harus sampai di mana. Kami hanya ingin berkendara santai, ngobrol dan menikmati suasana weekend.
Dua motor yang digunakan pun berbeda warna. Satu Glossy White Red, sementara satunya lagi Biru-Kuning.
Dari kejauhan, keduanya cukup mudah dikenali ketika berjalan beriringan. Tetapi yang membuat perjalanan terasa menarik bukan hanya soal warna. Kami ingin merasakan bagaimana kedua motor tersebut diajak melewati jalanan Batam dengan kondisi yang berbeda.
Jalan Lengang, Mesin Terasa Lebih Lepas
Ketika menemukan ruas jalan yang cukup lengang, karakter mesin 160 cc 4 katup eSP+ terasa lebih leluasa.
Tarikan terasa responsif ketika gas dibuka secara bertahap. Tidak perlu memacu kendaraan terlalu tinggi karena tujuan kami memang bukan mengejar kecepatan.
Yang dicari justru rasa nyaman saat perjalanan.
Ketika jalan berubah menjadi lebih padat, kami kembali memperlambat laju. Motor tetap mudah diajak mengikuti arus kendaraan.
Buat saya, pengalaman seperti ini lebih menarik daripada sekadar melihat angka spesifikasi. Kita bisa merasakan sendiri bagaimana kendaraan bereaksi ketika kondisi jalan berubah.
Tanjakan dan Tikungan Jadi Bagian dari Perjalanan
Beberapa ruas jalan yang kami lewati memiliki tanjakan dan tikungan.
Di sini torsi puncak 14,0 Nm cukup terasa membantu ketika membutuhkan tenaga tambahan.
Kami tetap berkendara dengan santai. Saat menikung, kecepatan diturunkan dan jarak antar-motor dijaga. Tidak ada saling mendahului atau memaksakan kecepatan.
Justru perjalanan bersama membuat kami lebih menikmati setiap ruas jalan.
Kadang motor di depan berhenti sebentar, motor di belakang ikut menyesuaikan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan lagi.
Sederhana, tetapi menyenangkan.
Dua Warna, Dua Karakter
Saya menggunakan Vario Evo 160 Biru-Kuning, sementara sahabat menggunakan unit Glossy White Red.
Keduanya memiliki daya tarik masing-masing.
Biru-Kuning terlihat lebih berani dan segar, sedangkan Glossy White Red memberikan kesan sporty sekaligus bersih.
Ketika diparkir berdampingan, perbedaan warna tersebut menjadi obrolan tersendiri.
Namun setelah digunakan berkeliling, kami justru lebih banyak membicarakan rasa berkendara, respons mesin dan kenyamanan saat melewati jalan yang berbeda.
USB Type-C, Fitur yang Benar-Benar Berguna
Ada satu fitur yang menurut saya cukup penting untuk aktivitas seperti ini, yaitu USB Type-C.
Bagi jurnalis, ponsel bukan sekadar alat komunikasi. Hampir semua pekerjaan berkaitan dengan perangkat tersebut.
Mencari informasi, berkomunikasi dengan narasumber, membuka peta, mengambil foto, merekam video sampai mengirim bahan berita semuanya membutuhkan baterai.
Saat perjalanan berlangsung, keberadaan USB Type-C terasa praktis untuk membantu menjaga perangkat tetap aktif.
Fitur seperti ini mungkin terlihat kecil, tetapi justru baru terasa manfaatnya ketika kita benar-benar berada di jalan.
Bukan Tentang Motor Saja
Setelah beberapa jam berkeliling, saya menyadari bahwa perjalanan tersebut sebenarnya bukan hanya tentang Honda Vario Evo 160.
Motor memang menjadi teman perjalanan, tetapi yang membuat weekend itu terasa menyenangkan adalah kesempatan untuk berbagi waktu bersama seorang sahabat.
Biasanya kami bertemu dalam situasi pekerjaan. Sama-sama membawa kamera, mencari informasi dan mengejar deadline.
Hari itu berbeda.
Kami bisa duduk sebentar, berbincang tanpa terburu-buru, lalu kembali melanjutkan perjalanan.
Ada cerita pekerjaan, ada cerita kehidupan, ada juga obrolan ringan yang mungkin tidak akan pernah muncul ketika kami sedang sibuk meliput.
Ketika Jalan Menjadi Tempat Melepas Penat
Perjalanan seperti ini membuat saya semakin percaya bahwa kendaraan tidak hanya memiliki fungsi membawa seseorang ke tempat tujuan.
Kendaraan juga bisa menjadi bagian dari pengalaman.
Dua Vario Evo 160 hari itu membawa kami melewati jalanan Batam, dari ruas yang lengang hingga jalan yang mulai ramai, dari tikungan sampai tanjakan.
Mesin 160 cc 4 katup eSP+, torsi 14,0 Nm dan USB Type-C menjadi beberapa fitur yang terasa mendukung perjalanan.
Hanya dua sahabat, dua Vario Evo 160 dan jalanan Batam pada Minggu pagi.
Mungkin memang sesederhana itu cara menikmati weekend.
Sesekali berhenti mengejar tujuan, lalu menikmati perjalanan. Karena pada akhirnya, bukan hanya tempat yang kita datangi yang penting, tetapi cerita yang kita bawa pulang.
Honda Vario Evo 160 hadir di Kota Batam melalui PT Capella Dinamik Nusantara – Honda, menjadi salah satu pilihan skutik untuk mendukung mobilitas masyarakat dengan perpaduan performa dan kepraktisan.
Salam Satu Hati.
Penulis: Nita Kusumawati