Padi Gogo Inpari 34 Berhasil Dipanen di Karimun, Bukti Sawah Tak Lagi Jadi Mimpi
KARIMUN, Batam24.com – Anggapan bahwa tanaman padi sulit tumbuh di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, perlahan mulai terbantahkan. Tanaman padi gogo varietas Inpari 34 berhasil tumbuh dan dipanen di Kecamatan Meral Barat, Jumat (28/8/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa budidaya padi dapat dikembangkan di Karimun apabila dilakukan dengan keseriusan, pendampingan, serta kolaborasi antara petani, penyuluh dan berbagai pemangku kepentingan.
Panen padi tersebut merupakan hasil kerja keras petani Parulian Sihombing bersama para petani lainnya. Kegiatan ini ditaja oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Meral bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, serta bersinergi dengan DPC Perpadi Karimun.
Koordinator PPL BPP Meral, Evy Arivin, S.P., mengatakan pihaknya akan terus berupaya mendorong terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Karimun.
Menurutnya, keberhasilan padi tumbuh hingga dapat dipanen di Karimun menjadi bukti bahwa komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas.
“Apalagi padi bisa tumbuh dan panen di Karimun dengan keseriusan dari semua stakeholder serta upaya yang dilakukan oleh PPL dan petani di Karimun,” ujar Evy.
Ia menjelaskan, mengubah pola pikir atau mindset petani hortikultura agar mulai tertarik membudidayakan tanaman padi bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan proses, pendampingan dan pembuktian secara langsung di lapangan agar petani semakin yakin bahwa padi mampu tumbuh dengan baik di Karimun.
“Kerja keras para PPL untuk merubah mindset para petani horti menjadi petani padi membutuhkan proses yang luar biasa. Para petani harus diyakinkan bahwa padi juga bisa tumbuh subur di Karimun,” katanya.
Evy menyebutkan, saat ini baru sebagian petani di Pulau Karimun yang berani mencoba menanam padi. Namun, hasil panen yang diperoleh menjadi penyemangat bahwa usaha tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
Mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan tanaman hingga masa panen dilakukan dengan penuh keseriusan. Hasilnya, tanaman padi gogo varietas Inpari 34 dapat tumbuh dan menghasilkan panen.
“Memang saat ini di Pulau Karimun hanya beberapa petani yang berani mencoba. Tapi alhamdulillah dengan keseriusan memelihara tanaman padi, mulai dari pembibitan, pemeliharaan hingga panen, bisa berhasil,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dukungan DPC Perpadi Karimun turut memberikan energi positif bagi penyuluh maupun petani untuk terus mengembangkan tanaman padi.
Menurut Evy, selama ini Perpadi bersama para penyuluh terus membangun sinergi dengan petani padi, baik dalam memberikan semangat maupun mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi petani.
Perpadi: Karimun Sudah Punya Padi
Sementara itu, Ketua DPC Perpadi Karimun, Ahmad Suhartoni Damanik, S.I.Kom., mengatakan keberadaan Perpadi di Karimun diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penyemangat sekaligus mitra solusi bagi para petani padi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan panen tersebut menunjukkan Kabupaten Karimun sudah memiliki potensi pengembangan tanaman padi.
“Di Karimun sudah ada padi. Ini menjadi bukti bahwa kita memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman padi. Perpadi siap mendukung dan berkolaborasi dengan berbagai elemen untuk membantu petani,” kata Ahmad.
Menurutnya, pengembangan sektor pertanian tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh, organisasi profesi atau asosiasi, serta para petani agar budidaya padi di Karimun dapat berkembang secara berkelanjutan.
Keberhasilan panen padi gogo Inpari 34 di Meral Barat diharapkan menjadi awal bagi semakin banyak petani di Karimun untuk berani mencoba komoditas padi.
Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, pengembangan tanaman padi juga diharapkan mampu membuka peluang baru bagi petani serta mendukung target swasembada pangan di Kabupaten Karimun.
Sejumlah Pejabat Hadiri Panen
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Sukrianto Jaya Putra, S.P., M.M., Ketua DPC Perpadi Karimun Ahmad Suhartoni Damanik, S.I.Kom., serta Kepala Bidang Ketahanan Pangan Zulkarnaen, S.P.
Turut hadir jajaran penyuluh BPP Meral, di antaranya Evy Arifin, S.P., Zulhelmi, S.P., Umar, S.S.T., Danang Wiradinata, A.Md., Mashuri, S.P., dan Muzharkifli, S.S.T.
Panen padi di Meral Barat tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keterbatasan lahan dan kondisi geografis bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Dengan pendampingan dan kolaborasi yang berkelanjutan, Karimun mulai menunjukkan bahwa padi pun bisa tumbuh dan dipanen di daerah tersebut. (Rara)
