Satgas Damai Cartenz Kuasai Markas KKB di Nabire, Ratusan Amunisi Disita
Satgas Damai Cartenz berhasil menyita ratusan amunisi setelah menguasai markas KKB di Nabire, Papua Tengah, dalam sebuah operasi penyergapan.
Batam24.com | NABIRE – Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz berhasil menguasai salah satu markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berada di wilayah terpencil Kabupaten Nabire. Dalam operasi penyergapan tersebut, petugas menyita ratusan butir amunisi dan berbagai dokumen rahasia milik kelompok tersebut.
Operasi ini dilakukan setelah adanya laporan intelijen mengenai pergerakan anggota KKB yang kerap mengintimidasi warga desa dan merampas logistik milik masyarakat. Saat penggerebekan terjadi, sempat terjadi kontak tembak singkat sebelum akhirnya para anggota kelompok separatis melarikan diri ke dalam hutan lebat.
Pihak TNI-Polri mengonfirmasi bahwa markas yang dikuasai ini merupakan tempat pelatihan bagi anggota baru yang direkrut dari wilayah sekitar. Petugas menemukan sejumlah senjata tajam, alat komunikasi satelit, dan peta wilayah yang menunjukkan rencana gangguan keamanan di masa mendatang.
Kondisi keamanan di Nabire saat ini dilaporkan mulai stabil, namun pasukan gabungan masih terus melakukan pengejaran terhadap sisa-isa anggota kelompok yang melarikan diri. Patroli keamanan ditingkatkan untuk memberikan rasa aman bagi warga yang sempat merasa terancam dengan keberadaan markas tersebut.
Pemerintah mengimbau kepada anggota KKB yang masih berada di hutan untuk segera menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI. Jaminan keselamatan diberikan bagi mereka yang mau menyerahkan senjata secara sukarela dan berkomitmen untuk membangun Papua dengan cara-cara yang damai.
Keberhasilan operasi ini dianggap sebagai pukulan telak bagi jaringan logistik KKB di wilayah pegunungan tengah. Dengan dikuasainya markas tersebut, ruang gerak kelompok bersenjata dalam melakukan aksi teror diharapkan dapat semakin dipersempit di wilayah Nabire.
Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas tindakan tegas aparat keamanan yang telah membersihkan wilayah mereka dari pengaruh kelompok bersenjata. Kini, pembangunan fasilitas publik di Nabire diharapkan dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan dari pihak-pihak yang ingin memisahkan diri.
(Dykha)





