Sengketa Lahan Tering Mas Meledak, Kuasa Hukum Laporkan ke Polda Kepri
Batam24.com | Batam – Konflik kepemilikan lahan kavling di kawasan Tering Mas, Melcem Batu Ampar, mencapai titik panas dan berujung laporan resmi ke Polda Kepulauan Riau.
Mengutip Bataminfo.co.id, Anrizal menyebut laporan tersebut juga mencakup dugaan pencemaran nama baik berdasarkan UU ITE. Ia menegaskan kliennya merupakan ahli waris sah, sementara pihak lain belum dapat menunjukkan dokumen legal.
Kuasa hukum Vitalis Seru, Anrizal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan dugaan penyerobotan dan pengrusakan pada 27 April 2026. Mengutip Bataminfo.co.id, laporan tersebut juga mencakup dugaan pencemaran nama baik berdasarkan UU ITE.
“Kami telah melaporkan dugaan penyerobotan dan pengrusakan ke Polda Kepri. Termasuk pencemaran nama baik sesuai UU ITE,” ujar Anrizal seperti dikutip Bataminfo.
Ia menegaskan, kliennya merupakan ahli waris sah atas lahan yang disengketakan. Namun, pihak lain yang mengklaim sebagai pemilik disebut belum mampu menunjukkan dokumen legal yang sah.
Kronologi Singkat Sengketa bermula pada 2025, saat muncul klaim kepemilikan dari pihak lain yang mengaku membeli kavling melalui perantara. Di sisi lain, Vitalis Seru sebagai ahli waris mempertanyakan legalitas transaksi tersebut. Perselisihan pun berlanjut hingga memicu laporan hukum, setelah muncul dugaan penyerobotan, pengrusakan, serta penyebaran informasi yang dinilai tidak sesuai fakta.
Kuasa hukum juga membuka kemungkinan adanya laporan lanjutan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam transaksi jual beli tersebut.
Di lapangan, saat tim investigasi kelokasi kavling, menjumpai seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan konflik yang tak kunjung selesai. Selasa, 28/04/2026 Sore hari.
“Dari dulu sudah ada dua pihak yang saling klaim. Sampai sekarang belum ada titik temu, coba mengkonfirmasi keperangkat RT/RW saja biar lebih jelasnya lagi," ujarnya.
Upaya mediasi oleh perangkat setempat disebut belum membuahkan hasil. Hingga kini, proses hukum berjalan dan pihak terkait lainnya masih dalam upaya konfirmasi untuk menghadirkan pemberitaan berimbang. (Tim Investigasi)




