Tim SAR Gabungan Kodaeral IV Berhasil Temukan Korban Hanyut di Tanjung Sengkuang

Tim SAR Gabungan Kodaeral IV Berhasil Temukan Korban Hanyut di Tanjung Sengkuang




Batam24.com | Batam – Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Kodaeral IV, Basarnas, serta masyarakat berhasil menemukan korban hanyut berinisial I (3), yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus di kawasan parit Tanjung Sengkuang, Kota Batam. Korban ditemukan di perairan Tanjung Sengkuang pada Rabu (24/6/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang nelayan yang tengah melintas sepulang melaut di sekitar pesisir Tanjung Sengkuang. Saat itu, nelayan melihat sebuah benda terdampar di ujung tanjung dekat Pelabuhan Pak Fendi. Setelah didekati, benda tersebut diketahui merupakan jasad seorang anak kecil.

Mengetahui hal tersebut, nelayan segera melaporkan temuannya kepada personel Patkamla Setumu yang sedang melaksanakan siaga di sekitar pelabuhan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Danpatkamla Setumu Peltu Laut (SAA) Rahmat Heru langsung berkoordinasi dengan Posal Tanjung Sengkuang dan melaksanakan proses evakuasi bersama unsur terkait.

Sekitar pukul 06.50 WIB, korban berhasil dievakuasi menuju Dermaga Pelabuhan Pak Fendi, Tanjung Sengkuang. Berdasarkan identifikasi ciri-ciri fisik serta keterangan keluarga, korban dipastikan merupakan anak yang sebelumnya dilaporkan hanyut pada Senin (22/6/2026) saat bermain di sekitar parit kawasan Tanjung Sengkuang.

Tim Basarnas yang tiba di lokasi kemudian melaksanakan penanganan lanjutan sebelum menyerahkan korban kepada pihak keluarga. Setelah dilakukan koordinasi, keluarga korban menyatakan menolak pelaksanaan autopsi dan meminta agar korban segera dimakamkan.

Sejak hari pertama kejadian, personel Kodaeral IV melalui Tim Siaga Bencana, Babinpotmar Posal Tanjung Sengkuang, serta unsur patroli keamanan laut turut aktif melakukan pencarian bersama Basarnas, instansi terkait, dan masyarakat. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir saluran air hingga wilayah pesisir yang diduga menjadi jalur terbawanya korban oleh arus.

Keberhasilan penemuan korban merupakan hasil sinergi dan kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang tanpa henti melakukan pencarian sejak korban dinyatakan hilang. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan korban telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kodaeral IV menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di sekitar saluran air, parit, sungai, maupun kawasan pesisir guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Penemuan korban ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara aparat, instansi terkait, dan masyarakat dalam pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan, khususnya dalam menghadapi situasi darurat yang melibatkan keselamatan warga. (Rara)