Viral! Aksi Nekat Emak-emak Lawan Arus di Jalan Layang Non-Tol Antasari

Berita viral tentang aksi emak-emak pengendara motor yang melawan arus di JLNT Antasari Jakarta pada 4 Maret 2026 dan memicu amarah pengguna jalan lain.

Viral! Aksi Nekat Emak-emak Lawan Arus di Jalan Layang Non-Tol Antasari
Lagi dan lagi! Emak-emak nekat lawan arus di JLNT Antasari sampai bikin macet dan hampir kecelakaan. Jangan ditiru ya guys, keselamatan itu nomor satu




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat seorang ibu-ibu pengendara motor melawan arus di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan, mendadak viral pada Rabu sore, 4 Maret 2026. Kejadian ini memicu kemacetan dan ketegangan karena sang pengendara justru marah-marah saat ditegur oleh pengemudi mobil.

Dalam rekaman video berdurasi satu menit tersebut, emak-emak yang menggunakan helm tanpa kaca itu tampak dengan santainya melaju berlawanan arah di lajur cepat. Padahal, JLNT Antasari adalah jalur yang dilarang bagi kendaraan roda dua karena sangat berbahaya dan memiliki hembusan angin yang cukup kencang.

Beberapa pengendara mobil terpaksa melakukan pengereman mendadak guna menghindari tabrakan adu banteng dengan motor yang melaju melawan arus tersebut. Ketegangan memuncak saat seorang pengemudi mencoba menasihatinya, namun sang ibu justru membalas dengan teriakan dan mengaku sedang terburu-buru untuk menjemput anaknya.

Aksi ini langsung dihujat oleh ribuan warganet yang menilai perilaku tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga nyawa pengguna jalan lain yang sudah tertib. Video tersebut kini telah dibagikan ulang oleh akun-akun informasi lalu lintas Jakarta dan sampai ke telinga pihak kepolisian lalu lintas Polda Metro Jaya.

Polisi menyatakan akan melakukan penelusuran identitas pemilik kendaraan melalui plat nomor yang terekam jelas dalam video viral tersebut untuk dilakukan tindakan tilang elektronik. Petugas juga berencana meningkatkan penjagaan di akses masuk JLNT guna mengantisipasi adanya pemotor nakal yang masih nekat menerobos jalur terlarang tersebut.

Banyak warga yang menyayangkan kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara di ibu kota yang masih sering mengabaikan rambu-ramu lalu lintas demi kepentingan pribadi. Kejadian ini menjadi contoh buruk bagi kedisiplinan di jalan raya dan diharapkan ada sanksi tegas agar memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran lalu lintas.

Hingga saat ini, identitas pengendara tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pihak kepolisian melalui sistem e-TLE nasional yang terintegrasi. Masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan jalan raya demi kenyamanan bersama saat berkendara di tengah padatnya arus lalu lintas Jakarta.

(Dykha)