Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: 80% Wilayah Indonesia Masuk Puncak Musim Hujan
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia pekan ini. Simak daftar wilayah yang terdampak dan tips keselamatannya di sini.
Batam24.com | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Berdasarkan data terbaru per 14 Januari 2026, sekitar 81,1% wilayah zona musim di Indonesia telah resmi memasuki masa puncak musim hujan.
Penyebab Cuaca Ekstrem Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia. Selain itu, adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di sekitar ekuator turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
"Kami memantau adanya pola sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna dan Samudra Hindia yang menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan angin. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai kilat dan angin kencang," ungkap juru bicara BMKG dalam konferensi pers pagi tadi.
Daftar Wilayah Siaga Beberapa wilayah yang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan kategori "Siaga" dan "Waspada" meliputi:
-
Pulau Jawa: Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
-
Sumatera: Aceh, Sumatera Barat, dan Lampung.
-
Bali & Nusa Tenggara: Seluruh wilayah diprediksi mengalami peningkatan curah hujan.
-
Kalimantan & Sulawesi: Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Dampak dan Imbauan Di sejumlah daerah seperti Kudus dan Tangerang, curah hujan tinggi sejak dini hari tadi telah menyebabkan genangan air dan kemacetan panjang. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak ikutan dari cuaca ekstrem ini, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga jalanan yang licin.
"Bagi masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan atau bantaran sungai, harap selalu memantau info cuaca real-time. Pastikan saluran air di lingkungan sekitar tidak tersumbat sampah untuk meminimalisir risiko banjir lokal," tambah BMKG.
Pemerintah melalui BPBD di berbagai daerah juga telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi guna mengantisipasi situasi darurat yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini.
(Dykha)





