Gempar! Penangkapan Bupati Pekalongan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK

Artikel ini mengulas detail Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Pekalongan pada 3 Maret 2026 terkait dugaan suap proyek infrastruktur.

Gempar! Penangkapan Bupati Pekalongan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK
abar mengejutkan dari Pekalongan! Bupati terjaring OTT KPK terkait dugaan suap proyek pembangunan. Simak rincian penangkapan dan barang bukti yang diamankan penyidik di sini.




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | PEKALONGAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tindakan tegas dengan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan. Kejadian yang berlangsung pada Selasa malam, 3 Maret 2026, ini langsung menggemparkan publik dan menjadi sorotan utama di berbagai media nasional karena melibatkan pejabat tinggi daerah secara mendadak.

Dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik KPK berhasil mengamankan Bupati Pekalongan beserta beberapa staf ahli dan pihak swasta di sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi. Penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan mendalam yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir terkait adanya laporan dugaan suap proyek pembangunan.

Berdasarkan informasi awal dari juru bicara KPK, pihak penyidik menemukan barang bukti berupa uang tunai senilai miliaran rupiah yang disimpan dalam koper kecil. Uang tersebut diduga merupakan imbalan atau commitment fee agar pihak swasta tertentu mendapatkan jatah proyek strategis di wilayah Kabupaten Pekalongan untuk tahun anggaran 2026.

Suasana di kantor Pemerintah Kabupaten Pekalongan dilaporkan sempat tegang saat sejumlah petugas KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja bupati dan dinas terkait. Para pegawai negeri sipil yang berada di lokasi tampak terkejut dan tidak menyangka pimpinan mereka akan tersandung masalah hukum yang begitu serius di awal tahun ini.

KPK menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk komitmen dalam memberantas korupsi hingga ke tingkat daerah demi menyelamatkan uang negara. Proses pemeriksaan intensif saat ini sedang berlangsung di gedung Merah Putih Jakarta guna menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam waktu 24 jam ke depan sesuai prosedur hukum.

Berita mengenai penangkapan ini langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial, memicu beragam reaksi dari masyarakat luas yang merasa kecewa. Banyak warganet menuntut agar hukum ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu agar memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya yang masih nekat beraksi di pemerintahan.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan lancar. Penunjukan pelaksana harian (Plh) Bupati kemungkinan besar akan dilakukan dalam waktu dekat agar pelayanan publik kepada masyarakat tidak terganggu akibat kasus hukum yang menjerat bupati.

(Dykha)