Lansia di Bandung Ditembak Pria Berjaket Ojol Usai Tepergok Jual Emas Palsu
"Tragis, seorang lansia di Bandung ditembak pria beratribut ojek online usai cekcok soal jual-beli emas. Pelaku masih buron, polisi amankan barang bukti proyektil."
Batam24.com | BANDUNG – Warga Kota Bandung digegerkan oleh aksi penembakan yang terjadi di kawasan padat penduduk pada Jumat (26/12/2025). Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial AS ($68$) menjadi korban penembakan oleh seorang pria misterius yang mengenakan atribut jaket ojek online (ojol).
Peristiwa ini terekam kamera CCTV di lokasi kejadian dan videonya telah tersebar luas di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran warga akan keamanan di ruang publik.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi mata dan penyelidikan awal kepolisian, kejadian bermula saat korban diduga terlibat cekcok dengan pelaku. Pelaku menuduh korban telah menjual perhiasan emas palsu kepadanya beberapa hari sebelumnya.
"Awalnya mereka berdebat keras. Si pelaku yang pakai jaket ojol itu teriak kalau dia ditipu. Tak lama kemudian, pelaku mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan ke arah kaki korban sebelum melarikan diri dengan motornya," ujar seorang saksi di lokasi.
Kondisi Korban
Korban segera dilarikan ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan medis. Tim dokter menyatakan korban dalam kondisi stabil namun mengalami luka tembus di bagian paha kanan. Pihak keluarga korban sejauh ini membantah tuduhan mengenai penjualan emas palsu tersebut dan menyerahkan kasus sepenuhnya kepada kepolisian.
Identitas Pelaku Masih Diburu
Polrestabes Bandung telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan satu butir proyektil peluru. Kapolrestabes Bandung menyatakan bahwa pihaknya tengah melacak identitas pelaku melalui plat nomor kendaraan yang terekam CCTV serta berkoordinasi dengan perusahaan aplikator ojek online.
"Kami sedang mendalami apakah pelaku benar-benar mitra ojol atau hanya menggunakan atribut tersebut untuk menyamar. Kami mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak main hakim sendiri," tegas pihak kepolisian.
(Dykha)





