Polri Hadir Di Tengah Masyarakat, Polsek Nongsa Laksanakan Minggu Kasih Di Gereja St. Fransiskus Kabil
Batam24.com l Polresta Barelang - Kegiatan Minggu Kasih yang dilaksanakan oleh personel Polsek Nongsa berlangsung hangat bersama masyarakat Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Kabil, kawasan Citra, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat serta wadah komunikasi antara kepolisian dan warga. Minggu (15/03/2026).
Kegiatan yang berada di bawah penanggung jawab Kapolsek Nongsa Komlol Eriman tersebut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Besar Aipda Wadilhot, S.H., serta perangkat gereja dan jemaat yang hadir. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang terbuka antara Polri dan masyarakat untuk membahas berbagai hal terkait keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nongsa, khususnya Kelurahan Batu Besar.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Besar Aipda Wadilhot, S.H. membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan Minggu Kasih. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendengar secara langsung aspirasi, keluhan, maupun masukan dari masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah hadir dalam kegiatan Minggu Kasih ini. Tujuan kami datang ke sini adalah untuk mendengar keluhan ataupun curahan hati masyarakat Batu Besar terhadap pelayanan kami dari Polsek Nongsa, sekaligus menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik antara masyarakat dengan kepolisian,” ujar Aipda Wadilhot.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu tugas kepolisian menjaga keamanan lingkungan. “Kami mengajak bapak dan ibu semua untuk bersama-sama menjaga kamtibmas agar tetap kondusif. Tanpa peran masyarakat, kami tidak akan mampu menangani seluruh permasalahan kamtibmas. Jadilah polisi bagi diri sendiri dan juga bagi keluarga,” ujar Aipda Walihot.
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga sinergitas dalam menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu untuk melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas. Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110 ataupun Polsek Nongsa apabila membutuhkan bantuan kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Pada sesi dialog, salah satu jemaat Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Kabil, Arnold, menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian atas informasi serta imbauan kamtibmas yang diberikan. Ia menegaskan bahwa masyarakat siap mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bhabinkamtibmas yang telah memberikan kami masukan dan informasi tentang kamtibmas. Kami masyarakat juga akan tetap proaktif menjaga lingkungan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kelurahan Batu Besar,” ungkapnya.
Sementara itu dalam sesi tanya jawab, seorang warga bernama Jefri menanyakan mengenai tata cara pendaftaran menjadi anggota Polri. Menanggapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui website penerimaan Polri serta memastikan calon pendaftar memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani.
Kegiatan Minggu Kasih berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan dialog yang konstruktif antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan yang harmonis antara kepolisian dan warga dapat terus terjalin sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kelurahan Batu Besar.
Selama kegiatan berlangsung hingga selesai sekira pukul 11.30 WIB, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa Polri selalu hadir untuk mendengar, melayani, dan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
(Rara)





